
Halo, Sobat ABP! Seperti biasa ABP mengadakan
Startup Talk pada hari sabtu,18 November 2023. Startup Talk #115 ini mengangkat
tema menarik tentang "Membangun sebuah Aplikasi Web bersama Frontend
Developers". Apa sih itu Frontend? Apa peluang karir Frontend Developer?.
Tema ini sangat menarik terutama untuk anak-anak Informatika, Teknologi
Informasi, dan Sistem Informasi. Untuk mengisi Startup Talk #115, ABP
mengundang narasumber yang expert dibidangnya. Kami menghadirkan Kak Ahmad
Albaihaqi Lubis, Frontend Developers (@codingcollective.id) sebagai pemateri
dalam acara kali ini.
Sebelum membahas lebih lanjut mengenai Frontend, Kak Ahmad Albaihaqi Lubis atau
biasa dikenal Kak Ahmad menjelaskan apa itu Frontend. Frontend adalah
pengembangan visual dan interactive (User Interface) dari sebuah situs web yang
berinteraksi langsung dengan pengguna. Frontend ialah kombinasi dari HTML
(Hypertext Markup Language) untuk struktur halaman web, CSS (Cascading Style
Sheets) untuk tata letak dan visual, dan Javascript untuk interaktivitas dan
fungsionalitas dinamis pada halaman web. Kombinasi ini membuat pengguna yang
responsif dalam pengembangan web.
Apa yang dilakukan Frontend Developer?. Pengembang Frontend Developer
bertanggung jawab untuk membuat Antarmuka pengguna situs web dan memastikan
tampilan yang bagus dan mudah digunakan serta berfokus pada prinsip desain dan
pengalaman pengguna. Frontend Develepor biasanya bekerja sama dengan desainer,
pengembang back-end, dan manajer proyek untuk memastikan produk akhir memenuhi
kebutuhan klien dan memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna akhir (end
user).
Pengembang frontend bisanya menggunakan beberapa tools untuk menunjang
pekerjaanya. Tools-tools yang biasanya digunakan ialah Browser, Visual Studio
Code untuk text editor, NodeJs untuk Javascript Runtime, NPM/Yarn untuk package
manager, Git & Girhub atau Gitlab untuk version control system, dan
Postman.
Untuk menjadi seorang Frontend Developer diperlukan hard skill dan soft skill
yang memumpuni. Hard skill terdiri dari ; menguasai dasar HTML, menguasai dasar
CSS, menguasai dasar Framework Styling seperti Bootstrap dan TailwindCSS,
menguasai bahasa pemerograman JavaScript, menguasai Library/Framework seperti
React/Vue dan ekosistemnya, menguasai HTTP Request menggunakan Fetch/Axios.
Sedangkan soft skill yang diperlukan ialah ; kreativitas, teliti, komunikasi,
problem solving, adaptasi dengan teknologi baru, dan dapat bekerja sama dalam
team.
Apa yang sedang tren di pengembangan Frontend Development? Belakangan ini, React yaitu Library untuk membangun Antarmuka Web dan Native mengalami peningkatan tren dari tahun-ke tahun. Disusul dengan NextJS yaitu React Framework untuk membuat Fullstack Web Application. Kemudian Tailwind CSS untuk Utility-first Framework CSS, juga menjadi tren dalam pengembangan Frontend Development. React, NextJs, dan Tailwind CSS menjadi top three dalam tren pengembangan Frontend Development.
Responsive Web Design adalah bagian dari praktik Frontend Development. Responsive Web Design merupakan pendekatan desain web yang membuat situs beradaptasi dengan baik pada berbagai perangkat dan ukuran layer seperti komputer, tablet, dan smartphone. Hal ini melibatkan tata letak fleksibel, pengunaan media query, gambar resolusi terbaik, dan navigasi yang disesuaikan dengan ukuran layer untuk memberikan pengalaman pengguna yang optimal. Ini penting agar situs web dapat berfungsi dengan baik dan menarik pada semua perangkat.
Jenjang karir Frontend Developer terdiri dari Junior Frontend Developer yang bertanggung jawab atas pemahaman dasar HTML, CSS, dan JavaScript yang bekerja dibawah supervisi untuk mengembangkan dan memelihara antarmuka pengguna. Kemudian Frontend Developer yang bertanggung jawab atas pengembangan antarmuka pengguna yang kompleks dan responsive. Lalu, Senior Frontend Developer yang memiliki tugas desain arsitektur frontend yang kompleks, memimpin pengembangan proyek, dan memberikan bimbingan kepada anggota tim junior. Terakhir ada Lead Frontend Developer yang bertugas atas strategi pengembangan frontend, pengambilan keputusan teknis, dan koordinasi dengan tim pengembang lainnya. Gaji Frontend Developer di Indonesia sangat bervariasi tergantung dari skill, pengalaman, dan perusahaan tempat bekerja. Rata-rata gaji seorang Frontend Developer sebesar Rp 7.782.482. Peluang karir Frontend sangat luas seperti pengembang web, E-commerce, Freelancer, Aplikasi mobile, Game Development, Pengajar, Desain IU/UX, IoT, dan Pengusaha Startup. Keterampilan responsive dan keahlian dalam teknologi tertentu juga penting. Peningkatan keterampilan dan pengetahuan teknis sangat penting dalam industry yang terus berkembang ini.
Itulah materi yang dipaparkan oleh Kak Ahmad dalam Startup Talk #115 dengan tema "Membangun sebuah Aplikasi Web bersama Frontend Developers". ABP Incubator mengucapkan terima kasih banyak kepada Kak Ahmad yang sudah membagikan pengetahuan pada kita semua dengan cara yang menarik. Startup Talk selanjutnya akan dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 25 November 2023. Temas Startup Talk #116 adalah “Membangun sebuah Aplikasi Web bersama Backend Developers”, ABP mengundang Kak Fiko Redha Febiansyah yang merupakan Backend Developer yang expert dibidangnya. Catat tanggalnya ya sobat ABP! Jangan sampai ketinggalan!


.jpg)
