Connecting Your Startup

We’re connecting you with investors, mentors, and talents that you can’t imagine before. Make your business grow faster than before!

Designer Culture To Build Product That People Love

What separates great products from good ones? Attractive designs? User testing? Genius designers? Well, these might be contributory factors, but the true distinction lies in how they make users feel

Read More Read article Designer Culture To Build Product That People Love

Startup Clinic for Everyone

Have you ever encountered this problem? You had a product but failed to enter the market or have a team but are less productive? Just chat with us in Startup Clinic program anytime and anywhere.

Read More Read article Designer Culture To Build Product That People Love
ICHIBOT, Startup Bervisi Besar untuk Indonesia.

ICHIBOT, Startup Bervisi Besar untuk Indonesia.

Event Time Icon 09 Oktober 2020

Pada Tahun 2019 Amikom Business Park (ABP) Inkubator mencapai keberhasilan dimana ada 8 startup binaan ABP yang berhasil mendapatkan pendanaan. Diantara delapan startup tersebut, terdapat satu startup yang telah 2 kali berturut-turut mendapatkan pendanaan, startup tersebut adalah “ICHIBOT”. Startup ICHIBOT membawa kesuksesan yang terlihat dari journey pada awal mendaftar menjadi tenan ABP hingga kini, ICHIBOT berhasil melipatgandakan omset. ICHIBOT berhasil mengubah omset yang awalnya hanya belasan juta, menjadi mencapai lebih dari 1 Miliar Rupiah. Omset yang kini bernilai sangat besar tersebut bukan tanpa perjuangan. Startup pengembang robot edukasi ini didirikan oleh tiga orang founder, yakni Fahruddin Hasan, Angga Priyatmoko, dan Slamet Hari Mukti. Ketiganya bertemu saat berpartisipasi dalam lomba Line Follower masing-masing beradu dengan robot yang dikembangkannya. Lantas ketiganya sepakat untuk menyatukan ide, membuat produk yang lebih sempurna untuk dikomersialkan. Pada Akhir 2017, ICHIBOT dipertemukan dengan Donni Prabowo, salah satu pengelola Inkubator ABP. Pertemuan tersebut melahirkan kesepakatan berupa program inkubasi untuk ICHIBOT. Program inkubasi adalah program yang dimiliki oleh ABP Inkubator untuk membantu startup dalam hal bisnis, teknis, dan memperoleh pendanaan. Founder ICHIBOT menyadari bahwa keahlian dari masing-masing tim masih dalam ranah teknis elektronika, mereka membutuhkan pengetahuan bisnis di luar keahlian para founder. Program inkubasi ABP membuka peluang untuk pendanaan yang pada saat itu ada yaitu dari KEMENRISTEKDIKTI. ICHIBOT terpilih untuk presentasi produk di Jakarta pada tahun 2018. Setelah presentasi tersebut, ICHIBOT dinyatakan lolos dan berhak mendapat permodalan pada tahap seed funding. Pendanaan yang didapatkan oleh ICHIBOT memberi energi baru untuk melesat bersama program-program inkubasi yang terus mengawal kesuksesan ICHIBOT. Produksi robot menjadi berlipat lebih banyak. Prestasi cemerlang pada tahun pertama pendanaan membuat ICHIBOT menjadi perusahaan yang disegani pada kompetisi robot line follower tingkat SMP. Semangat pantang menyerah yang dimiliki membuat ICHIBOT direkomendasikan oleh ABP untuk mengikuti pendanaan tahap kedua dari KEMENRISTEKDIKTI. Benar saja, ICHIBOT berhasil mendapatkan pendanaan tahap kedua yang berfokus pada pemasaran untuk memperbesar pasar. Hingga sekarang, ICHIBOT menjadi startup yang telah melebarkan sayap pada pelatihan-pelatihan robotik untuk remaja untuk menyiapkan generasi muda dalam menghadapi industri 4.0. ICHIBOT, adalah startup yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan robot untuk edukasi di Indonesia. Visi besar ICHIBOT adalah ingin membantu memenuhi kebutuhan robot untuk mendukung industri dalam negeri, mengembangkan robot untuk membantu aktivitas manusia, dan memenuhi kebutuhan robot sebagai sarana riset dan pengembangan teknologi.. ABP Incubator 2020, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.

Ratusan Pengunjung Meramaikan Jogja Startup Day 2019

Ratusan Pengunjung Meramaikan Jogja Startup Day 2019

Event Time Icon 09 Oktober 2020

Jogja Startup Day 2019 resmi dibuka hari ini Sabtu, 2 November 2019 dan akan berlangsung selama dua hari. Sensasi dan energi enterpreneurship sangat terasa ditambah antusiame pengunjung yang jumlahnya luar biasa. Tidak hanya peserta dari Jogja, melainkan dari Klaten, Solo, Surabaya bahkan Bangkok semua saling menjalin networking dan berbagi insight satu sama lain dalam satu acara. Tercatat terdapat 40 Starutp Exhibitor, 30 narasumber, 10 sesi talkshow paralel, 6 Investor dan 10 Komunitas IT&Bisnis. Acara ini diselenggarakan oleh ABP Incubator, Block 71 dan AMCC. Berikut highlight kegiatan selama hari pertama berlangsung. Opening Ceremony dilakukan oleh Rektor Universitas Amikom Yogyakarta, Prof.M. Suyanto. Conference sesi pertama, dibuka oleh Fajrin Rasyid presiden startup unicorn Indonesia, Bukalapak. Topik yang disampaikan How To Start A Billion Dollar “Unicorn” Startup. Dilanjutkan sesi kedua, diskusi panel dengan tema Why Investors Won’t Invest in Your Startup?. Panelis terdiri atas 6 perwakilan entitas investor dimoderatori oleh Sony Rachmadi (Run System). Sesi ketiga, disampaikan oleh Sazali Johari (Programme Director Block71 South East Asia) dengan tema Startup Opportunity in South East Asia. Pada saat yang bersamaan pada stage terpisah, diskusi panel perwakilan komunitas Yogya Android Community, Facebook Dev C, UXID Jogja, Google Developer Group dan JogjaJS. Diskusi enam panelis ini membahas topik Why We Need Join IT Community. Speed dating oleh 40 startup. Sesi penutup hari pertama, diskusi panel bertema Reasons Why There’s No Unicorn in Jogja. Moderator mengulik banyak hal mulai dari local wisdom jogja hingga kesiapan jogja untuk ekosistem startup. Diskusi panel dihadiri oleh Rico Anggoro (Koordinator Indonesia Startup Founder-IDSF), Arif Faqihudin (Co-founder Srawoeng), Ahmad Amirudin-Manager at DILo (Digital Innovation Lounge) Yogyakarta, Danang Juffry (Hub manager Block 71) dan Saga Iqranegara (Co-founder Sertiva) Keesokan harinya, acara-acara pada hari Minggu 3 November 2019 tidak kalah seru. Tema How to Start a Sustainable Startup akan dibahas sejak pagi, dilanjutkan Do Startup Need Incubator? pada siang harinya. Sedangkan topik Why 90% Startup Fail? akan diulik oleh empat panelis pada sore harinya. Ingin merasakan juga Sensasi dan energi enterpreneurship? Datang dan beli tiketnya melalui www.jogjastartupday.com atau beli on the spot!. ABP Incubator 2020, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.

ABP Incubator sebagai salah satu Startup Ecosystem builder di Jogja

ABP Incubator sebagai salah satu Startup Ecosystem builder di Jogja

Event Time Icon 09 Oktober 2020

Dalam 5 tahun terakhir, ecosystem industri digital berkembang dengan sangat pesat di beberapa kota besar di Indonesia. Salah satu indikator berkembangnya ecosystem digital di suatu daerah ditandai dengan banyaknya kegiatan yang lahir dari komunitas-komunitas penggiat industri digital. Banyaknya coworking space serta inkubator bisnis juga merupakan daya ungkit untuk mewadahi event-event komunitas agar bisa tumbuh secara subur. Inkubator ABP merupakan salah satu inkubator yang sedang mencoba untuk berkontribusi menumbuhkan ecosystem startup di Yogyakarta. Inkubator ini sebenarnya sudah berdiri dari tahun 2013. Pada awalnya inkubator ABP di inisiasi dari kerja sama antara Universitas Amikom dan Kementrian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dengan nama “Inkubator Industri Telematika Yogyakarta”. Beriringan dengan berakhirnya program kominfo pada akhir tahun 2015, Inkubator ini di kelola secara mandiri dibawah Unit Usaha Yayasan Amikom dan berganti nama menjadi “Inkubator Amikom Business Park (ABP)”. Inkubator ABP memiliki beberapa program sebagai bentuk kontribusinya menumbuhkan ecosystem industri digital di Yogyakarta. Startup Talk Startup Talk merupakan event yang rutin di selenggarakan oleh inkubator ABP setiap 2 minggu sekali. Event ini merupakan event yang terbuka untuk umum yang sekaligus bisa menjadi wadah untuk memberikan panggung bagi para pelaku Industri Digital di Yogyakarta untuk sharing tentang pengalamannya. Sampai sejauh ini, sudah terselenggara 43 kali kegiatan dengan topik yang berbeda-beda, mulai dari pembahasan yang sifatnya teknikal maupun bisnis. Startup Conference Sebagai bagian dari pembentuk ecosystem, ABP juga menyelenggarakan event yang mengundang speaker dengan kabiber Nasional maupun Internasional. Harapannya bisa semakin banyak lagi pihak yang melirik Jogja sebagai salah satu tempat dengan ecosystem startup digital yang baik. Startup Conference biasanya ABP adakan 1 sampai 2 kali dalam 1 tahun. Di tahun 2018, Event startup confference yang ABP adakan pada tanggal 12 Mei 2018, dengan speaker Natali Ardianto, Co-founder & ex CTO tiket.com. Dan tahun ini, 2–3 November 2019, ABP Incubator bekerja sama dengan berbagai pihak menyelenggarakan Event Startup Terbesar di Jogja di Tahun 2019. Yaitu Jogja Startup Day (jogjastartupday). Dalam acara ini ABP Incubator mengundang : 40 Exhibitor 56 Peserta Pitching Competition 30 Narasumber 5 Komunitas 4 Inkubator 6 Investor >1000 Perserta >10 Sesi talkshow dan seminar 25 Startup yang ikut Speed dating Panel Investor ( Dari Angin, Gobi Venture, Salim Venture, Finix, UMG Idealab) Startup Clinic Startup Clinic merupakan program untuk membantu orang-orang yang baru memulai masuk dan tertarik di Industri ini. Peranan inkubator ABP dalam startup clinic adalah sebagai coach, coach tersebut bertugas untuk menggali potensi-potensi yang ada pada peserta program Startup Clinic yang datang ke…. ABP Incubator 2020, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.

Jogja Startup Day, Acara Lokal Rasa Internasional

Jogja Startup Day, Acara Lokal Rasa Internasional

Event Time Icon 09 Oktober 2020

Meskipun gelaran Jogja Starutp Day (JSD) 2019 telah usai, namun energi enterpreneurshipnya masih terasa. Banyak pihak memberikan apresiasi positif atas terselenggaranya acara ini. Pasalnya, acara yang diselenggarakan oleh ABP Inkubator bekerjasama dengan Block 71 dan Amikom Computer Club (AMCC) ini sukses menghadirkan 30 narasumber baik berasal dari kota Yogyakarta maupun Singapura. Tak tangung-tanggung, acara ini dukung sepenuhnya oleh Niagahoster, perusahaan penyedia layanan hosting dan domain yang sudah establish dikancah nasional maupun internasional. Sazali Johari sebagai Programme Director Block71 South East Asia pada kesempatan tersebut menyampaikan topik Startup Opportunity in South East Asia. Dihadapan hadirin, Sazali memberikan tips cara supaya founder startup bisa melejitkan potensinya dan saling berkolaborasi di kancah Internasional. Menurutnya, keberadan Block71 di Yogyakarta memperlebar peluang terjadinya kolaborasi antar startup baik dalam satu region maupun internasional. Pada kesempatan terpisah, JSD 2019 memberikan suguhan diskusi panel yang menarik dimana enam entitas investor duduk bersama dalam satu panggung. Sony Rachmady Purnomo sebagai moderator melemparkan pertanyaan-pertanyaan kritis secara bergilir kepada Maria Natasha (PT. Prasetia Dwidharma), Endmund Caruli (Salim Group) dan Gema Minang (ANGIN). Tak kalah seru, pertanyan mendasar dan tajam juga digulirkan kepada Nadia Fonny (Gobi Partners), Jefry Pratama (UMG Idealabs) dan Zissiva Wasito (Finix76). Salah satu pokok bahasan yang dipantik moderator ialah hal-hal apa saja yang paling diperhatikan para investor ketika mengkurasi ratusan pitchdeck. Keenamnya sepakat bahwa pada startup early stage, hal yang paling diperhatiakn adalah komponen dan susunan founders bukan model bisnis ataupun traction. Pada arena pameran, terdapat empat puluh exhibitor yang terdiri atas startup, inkubator dan komunitas. Secara paralel kegiatan pitching dan speed dating diikuti dengan penuh antusias oleh 35 startup, salah satunya Goop yang berasal dari Hongkong. Meskipun sedikit terkendala komunikasi, namun Jhonatan (CEO Goop) sangat antusias dan tetap bisa menjalin relasi dengan peserta lain. Secara umum kegiatan JSD 2019 berlangsung lancar dan impresif kepada ribuan peserta. “Acara ini melebihi ekpektasi kami selaku panitia. Ternyata banyak peserta yang berasal dari luar Yogyakarta bahkan luar negeri. Meskipun dikelola oleh tim kecil, tidak lebih dari tiga puluh orang panitia, namun rasanya JSD 2019 merupakan acara lokal berasa internasional” Ujar Fathin Naufal selaku ketua penyelenggara saat dikonfirmasi.. ABP Incubator 2020, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.

8 Startup Peserta Inkubasi Mensukseskan Jogja Starup Day 2019

8 Startup Peserta Inkubasi Mensukseskan Jogja Starup Day 2019

Event Time Icon 09 Oktober 2020

Acara startup terbesar akhir tahun di Yogyakarta, Jogja Startup Day (JSD) 2019 telah usah digelar. Yogyakarta kembali menunjukkan potensi dan gairahnya sebagai kota pelajar sekaligus enterpreneur digital. Bagi kalangan pelaku industri Startup, Yogyakarta dipandang sebagai kota penuh talent. Terbukti ribuan peserta JSD 2019 yang sebagian besar Mahasiswa menghadiri berbagai sesi talkshow dan seminar. Salah satunya, seminar disajikan oleh presiden Bukalapak, Fajrin Rasyid bertema How To Start A Billion Dollar “Unicorn” Startup. Pada saat yang bersamaan, JSD 2019 diikuti oleh empat puluh exhibitor dari dalam dan luar negeri. Puluhan exhibitor ini terdiri atas startup, inkubator dan komunitas. Delapan diataranya merupakan startup binaan Amikom Business Park (ABP Inkubator) yang tampil pada sesi Demo Day dihadapan para investor. “Dengan tampilnya startup binaan Kami pada sesi Demo Day, maka berakhir pula program inkubasi PPBT 2019” Ujar Akbarul selaku manajer program inkubasi saat dilakukan konfirmasi. Salah satu program inkubasi yang dilakukan adalah mengakses funding senilai 300–500 Juta Rupiah melalui program PPBT dari Kemenristekdikti. Selain funding, ABP Inkubator juga memberikan pendampingan dalam hal legal, marketing dan teknologi. Lebih dari itu, peserta inkubasi juga mendapatkan fasilitas outing bersama-sama. “Kami beryukur, funding yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk melesatkan omset dan target bisnisnya. Bahkan beberapa diataranya direkomendasikan oleh tim dari Ristekdikti untuk mengakses funding lebih tinggi nominalnya.” Imbuh Akbarul pada Senin (4/11/2019). Berikut delapan startup hasil program pendampingan selama delapan bulan. Myeda (Kedata), merupakan platform solusi bagi orang yang tidak memiliki skill programming namun perlu menggali insight sekumpulan data untuk memperoleh informasi yang lebih berharga. Simonkori, sebuah alat monitoring berteknologi Internet of Things yang mampu menggantikan peran manusia dalam menyusun komposisi nutrisi pada area perkebunan hydroponik. Egrotek, merupakan alat berteknologi Internet of Things yang mampu mengotomasi proses produksi Jamur. Whouse, menyediakan layanan sewa homestay dengan standarisasi dan kualitas tertentu serta mengutamakan pelayanan kepada kostumer. Zamzamy & Jamrana, sebuah game board untuk anak didukung dengan teknologi Augmented Reality. Ichibot, robot pembalap berbasis line follower. Meskipun berkantor di salah satu sudut kota Yogyakarta, namun produk ichibot mampu menembus pasar internasional. Aeropro, merupakan brand pesawat tanpa awak (drone). Bermula dari hobi, kini founder Aeropro mampu menciptakan berbagai varian pesawat tanpa awak untuk memenuhi kebutuhan militer. Restoku, adalah platform one stop solution untuk kebutuhan bisnis restoran mulai dari point of sales (POS) hingga manajemen karyawan. Hingga saat ini, restoku memiliki puluhan ribu pengguna tersebar di seluruh Nusantara.. ABP Incubator 2020, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.

Jogja di Mata Venture Capital : Gudangnya Talent

Jogja di Mata Venture Capital : Gudangnya Talent

Event Time Icon 09 Oktober 2020

Acara Jogja Startup Day (JSD) 2019 yang diselenggarakan Amikom Business Park (ABP Inkubator) pada 2–3 November kemarin, mengagetkan industri per-startup-an. Bagaimana tidak, dalama satu waktu penyelenggara berhasil mendatangkan tiga puluh narasumber termasuk enam diantaranya adalah venture capital atau investor. Jogja Startup Day Berkesan Menurut Gema Minang (ANGIN), acara JSD 2019 sangat berkesan mengingat acara serupa seringkali diadakan di Jakarta namun kali ini justru diselenggarakan dari kota pelajar. Dalam konteks pengembangan ekosistem startup, JSD 2019 menjanjikan banyak hal salah satunya regenerasi pelaku startup. Berdasarkan catatan, pengunjung acara didominasi oleh enterpreneur-enterpreneur muda bahkan banyak diantaranya Mahasiswa. “Kota Jogja memiliki banyak keunggulan salah satunya talent yang melimpah.” Ujar Gema pada waktu diskusi di ruang ABP Inkubator. Namun menurutnya masih ada catatan-catatan yang perlu dibenahi untuk menjadikan kota Jogja layak sebagai pusat bisnis Startup, salah satunya eksposure. Rupanya analisis ini sejalan dengan hasil diskusi panel pada sesi “Why There’s no Unicorn from Jogja” pada waktu terpisah. Diskusi panel pada sesi Why Investor Won’t invest in your startup bersama enam VC JSD 2019, merupakan acara lokal rasa internasional. Tercatat terdapat 40 Starutp Exhibitor, 30 narasumber, 10 sesi talkshow paralel, 6 Investor dan 10 Komunitas IT&Bisnis. Acara ini diselenggarakan oleh ABP Incubator, Block 71 dan AMCC. Selain perwakilan Angle Investor Indonesia (ANGIN), terdapat lima entitas venture capital yang turut meramaikan pula acara Jogja Startup Day 2019. Sony Rachmady Purnomo sebagai moderator melemparkan pertanyaan-pertanyaan kritis secara bergilir kepada Maria Natasha (PT. Prasetia Dwidharma), Endmund Caruli (Salim Group) dan Gema Minang (ANGIN). Tak kalah seru, pertanyan mendasar dan tajam juga digulirkan kepada Nadia Fonny (Gobi Partners), Jefry Pratama (UMG Idealabs) dan Zissiva Wasito (Finix76). Salah satu pokok bahasan yang dipantik moderator ialah hal-hal apa saja yang paling diperhatikan para investor ketika mengkurasi ratusan pitchdeck. Keenamnya sepakat bahwa pada startup early stage, hal yang paling diperhatiakn adalah komponen dan susunan founders bukan model bisnis ataupun traction.. ABP Incubator 2020, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.

Gagal 33 Kali Pitching, Startup ini Akhirnya dapat Funding

Gagal 33 Kali Pitching, Startup ini Akhirnya dapat Funding

Event Time Icon 09 Oktober 2020

Nurhidayanto, founder hepicar menceritakan perjalanan startupnya pada Jogja Startup day 2019 Gelaran Jogja Startup Day 2019 disebut-sebut sebagai acara lokal rasa internasional (sumber). Pada kesempatan tersebut, empat orang founder startup asal Yogyakarta saling berbagi kisah perjalanan gagalnya. Dipandu oleh Adjie Purbojati (Lunasbos) sebagai moderatornya, keempat founder tersebut yakni Nurhidayanto (Hepicar), Gisneo (Wideboard), Delta P. (Qiscus) dan Ray (Bantu Ternak) berbagi dalam kemasan diskusi panel bertajuk Why 90% Startup Fail. Kepiawaian sang moderator dalam memantik pertanyaan menggelitik, membuat para penonton terlarut dalam canda dan impresif. Satu persatu narasumber menceritakan latarbelakangnya dalam membangun perusahaan. Delta, pada kesempatan itu, menceritakan bahwa Qiscus merupakan perusahaan kedua setelah sebelumnya gagal membuktikan model bisnis dengan produk lain. “Mungkin tidak banyak yang tahu Qiscus, karena kami lebih banyak bermain sektor B2B. Bukalapak, Kata.ai dan Telkom merupakan contoh beberapa partner bisnis Kami”. Ujar Delta pada sesi diskusi panel. Meskipun Qiscus melejit dengan pesat, namun kesuksesannya tidak terlepas dari proses perjalanan yang aral melintang. Gagal pitching berkali-kali Tiba giliran founder Hepicar, Nurhidayanto, menceritakan perjalanan bisnisnya yang mengesankan. Latarbelakang pendidikanya sama sekali tidak berhubungan dengan teknologi. Jauh dari urusan dunia startup. Bermula dari bisnis ritel Aki, dia melihat fenomena pergeseran pola transaksi pelangganya. Hingga pada satu momentum Nurhidayanto nekat terjun dalam dunia digital startup. “Kami mengawali hepicar dengan strategi Bootstrap selama kurang lebih satu tahun, sambil menghabiskan jatah kegagalan pitching sebanyak 33 kali”, ujar Nurhidayanto menjawab pertanyaan moderator. Sebuah pelajaran yang sangat berharga untuk bersikap pantang menyerah bagi founder. Para hadirin semakin larut dalam suasana. Bagaimana tidak, keempat narasumber memiliki kemampuan story telling yang luar biasa hebat. Bercerita merupakan salah satu kemampuan yang wajib dimiliki oleh founder, untuk menyampaikan gagasan dan visinya kepada orang lain. Nurhidayanto melanjutkan kisah-kisah kegagalan inspratif yang harus disikapi positif selama membesarkan Hepicar. Hepicar merupakan platform digital penyedia on demand service perawatan serta perbaikan kendaraan bermotor. Dilansir dari situs resminya, hepicar menyediakan lebih dari tiga puluh layanan perawatan mulai dari cuci mobil panggilan, ganti aki mobil panggilan hingga layanan derek. Saat ini layanan tersedia pada area Yogyakarta dan sekitarnya. Hepicar merupakan salah satu startup peserta program-program inkubasi yang diselenggarakan oleh ABP Incubator. Motor Kinclong usai talkshow Selama ajang Jogja Startup Day 2019 berlangsung, Hepicar memberikan layanan cuci gratis kepada para pengunjung. Berbagai kolaborasi serta feedback positif diberikan oleh pelanggan. Salah satu layanan yang diberikan adalah cuci waterless dengan teknik khusus tanpa air sedikitpun. Secara umum kegiatan JSD 2019 berlangsung lancar dan impresif kepada ribuan peserta. “Acara…. ABP Incubator 2020, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.

On Demand Services Startup asal Jogja

On Demand Services Startup asal Jogja

Event Time Icon 09 Oktober 2020

Beberapa saat yang lalu saat saya sedang berdiskusi dengan tim pengelola inkubator Amikom terkait perkembangan startup-startup yang kami bina. Muncul suatu topik diskusi yang endingnya adalah komitmen berbagi cerita terkait startup yang kami dampingi, awalnya hanya ditujukan untuk mengisi konten design website yang baru. Namun saya pikir, sekalian aja ditulis di media Medium. Perkembangan startup dalam sebuah negara atau wilayah biasanya dimulai dari berkembangan startup-startup dibidang media, lalu dilanjutkan ke startup di bidang ecommerce baru dilanjutkan dibidang lainnya. Di Indonesia sendiri, setelah era E-commerce dan OTA (Online Travel Agent). Era on demand services dan fintech mulai bermunculan. Banyak startup yang mendapatkan momentum terkait hal ini. Respon pasar terhadap layanan on demand services yang baik membuat salah satu startup asal Yogyakarta juga mendapatkan momentum dan ikut meramaikan industri startup dibidang on demand services. Startup hasil binaan Program Bootcamp dari Inkubator Amikom Business Park yang bernama Hepicar ini, sudah berhasil memperoleh pendanaan pertamanya pada 2019 dengan angka yang cukup fantastis. Dengan pendanaan tersebut mereka telah beroperasi di 3 kota dan meluncurkan aplikasi Hepicar pada Platform Android dan IOS. Hepicar adalah Start up penyedia jasa cuci dan service kendaran on demand. Di kembangkan oleh Nurhidayanto yang memang sudah bertahun-tahun menekuni bisnis dibidang otomotif. Kecintaannya terhadap dunia jasa dan perdagangan bidang otomotif membuat Nurhidayanto keluar dari zona nyaman sebagai pebisnis aki baterai ternama di Jogjakarta dan beralih mengembangkan layanan online bengkel dan cuci mobil Hepicar. Dilihat dari sisi operasional HEPICAR sudah mampu melayani pesanan melalui aplikasi (Android dan IOS), web dan email selama 24/7 non stop. Hepicar memiliki 12 SOP yang berfungsi baik untuk menjalankan operasi. Nurhidayanto selaku founder HEPICAR, mengungkapkan bahwa mereka saat ini sudah mampu memahami bagaimana pola penumbuhan GMV serta bagaimana menggandakan revenue. Berbekal tim yang solid, efektif dan ?expandable? HEPICAR membuka ruang untuk pendanaan lanjutan yang akan mereka gunakan untuk ekspansi ke 9 kota lainnya. Inkubator Amikom Business Park selalu berkomitmen penuh untuk mendukung ecosystem startup di Yogyakarta. Dukungan diberbagai bidang diberikan oleh mereka untuk membantu startup-startup Yogyakarta agar bisa tumbuh dan berkembang ke level yang lebih tinggi. Jadi, jika kamu seorang startup founder dan butuh bantuan untuk membuat startupmu tumbuh lebih cepat, jangan ragu untuk hubungi Inkubator Amikom Business Park atau dikenal juga dengan Inkubator ABP.. ABP Incubator 2020, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.

Petani Jamur Kini Sudah Tidak Khawatir, Ada Inovasi dari Egrotek.

Petani Jamur Kini Sudah Tidak Khawatir, Ada Inovasi dari Egrotek.

Event Time Icon 09 Oktober 2020

KEMENRISTEK melalui program PPBT memberikan hibah berupa modal untuk mengembangkan usaha berbasis teknologi. Agrobisnis menjadi salah satu sektor yang menyumbang devisa untuk negara. Petani-petani menggunakan pengetahuan dan cara tradisional untuk memproduksi produk dari lahan mereka masing-masing. Berbeda dengan petani sayuran, petani jamur membutuhkan ketelitian tinggi untuk mengukur kelembaban area tanam atau kumbung jamur. Pada waktu tertentu petani perlu mengecek kelembaban jamur, karena jika tidak sesuai, maka hasil tidak optimal. Semakin hari, semakin banyak warga Indonesia yang memiliki perangkat pintar dengan koneksi internet di dalamnya. Prosentase pengguna internet semakin banyak. Teknologi Internet of Things (IoT) sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, namun, tidak semua petani dapat memanfaatkan atau membangun perangkat sendiri untuk mendukung produktivitas. Pekerjaan menjadi petani masih banyak dilakukan secara manual. Sigit Pramono, adalah orang yang menangkap adanya masalah ini. Sigit lalu membangun tim untuk menyelesaikan masalah tersebut. Sigit dan tim berhasil menciptakan alat bernama Egrotek. Alat yang dapat membantu petani jamur. Dikutip dari republika, Egrotek menghadirkan dua perangkat. Perangkat lunak berupa aplikasi di platform Android dan perangkat sensor yang ditempatkan di rumah jamur. Selain menjalankan alat penyiraman, sensor itu dibekali kemampuan untuk memantau suhu dan kelembaban real-time. Proses kerja sensor di rumah jamur, tiap data yang tercatat dikirim ke basis data. Lalu, basis data yang ada di cloud dianalisis. Melalui aplikasi, petani bisa melakukan konfigurasi tingkat kelembaban maksimal dan minimal yang diinginkan, sesuai karakteristik jamur yang ditanam. Setelah itu, secara otomatis perangkat penyiraman akan bekerja jika diperlukan untuk menyesuaikan kelembaban suhu. Aplikasi turut menampilkan grafik suhu di kumbung jamur. Penemuan Sigit ini sudah mendapat pendanaan dari Pemerintah melalui program PPBT bersama inkubator Amikom Business Park (ABP). Inkubator ABP mengawal perjalanan perusahaan Egrotek hingga saat ini. Egrotek dengan tujuan mulia nya, membantu para petani jamur, semoga dapat terus berkembang memajukan pertanian indonesia. Petani jamur kini sudah tidak perlu repot mengecek kelembaban secara langsung setiap waktu, cukup memonitor dari smartphone saja.. ABP Incubator 2020, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.

4 Startup yang menarik perhatian di acara kickoff Program Inkubasi di Inkubator ABP

4 Startup yang menarik perhatian di acara kickoff Program Inkubasi di Inkubator ABP

Event Time Icon 09 Oktober 2020

Naufal sebagai CEO gifood mengisi sharing session dalam rangkaian acara Kickoff Program Inkubasi Bertepatan dengan hari kartini, 21 April 2018, Inkubator Amikom Business Park (ABP) mengadakan acara Kickoff Program Inkubasi pada batch 2018. Para startup yang akan di inkubasi terdiri dari beberapa bidang, diantaranya Messenger, Finance, Robotic, dan Manufacturing. Terdapat 4 startup binaan inkubator ABP yang akan mulai diinkubasi sampai dengan bulan Oktober 2018. Masing-masing startup ini telah memperoleh pendanaan awal kurang lebih $20.000 atau sekitar 300.000.000 Rupiah untuk menjalankan bisnis mereka. Dengan adanya pendanaan awal tersebut diharapkan mereka dapat mencapai product market/fit dan bertumbuh secara maksimal saat demo day di bulan Oktober nanti. Berikut ini adalah profil singkat masing-masing startup. Lunasbos Lunasbos merupakan platform untuk mencatat utang dua arah. Lunasbos digunakan untuk mempermudah masyarakat dalam pencatatan utang piutang sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dikemudian hari. Adji sebagai CEO Lunasbos percaya, lunasbos akan menjadi salah satu platform terbaik untuk memecahkan masalah utang piutang. Aplikasi lunasbos sudah dapat di download melalui google play atau melalui official landing page lunasbos.com. Kawan Messanger Kawan Messenger adalah platform yang menggabungkan antara platform ecommerce dan platform messenger. Jadi, di dalam aplikasi messenger terdapat satu halaman yang berisikan produk-produk yang dijual oleh penggunanya, lengkap dengan fitur cart, shipping dan metode pembayaran. Aplikasi kawanmessanger saat ini bisa di download melalui google play atau melalui website mereka yaitu kawanmessenger.com Pigmi Mini 3D Printer Pigmi Mini 3D Printer hadir untuk pengguna smartphone yang ingin mencetak objek 3D dengan smartphonenya. Saat ini mencetak bentuk 3D sebagai prototype produk sudah menjadi kebutuhan banyak pihak. Ruslan, sebagai CEO Pigmi Mini 3D Printer menangkap peluang ini dengan menghadirkan printer 3D mini yang mudah digunakan serta terjangkau dari sisi harga. Ichibot Ichibot merupakan robot untuk kebutuhan edukasi yang membidik segmen pasar sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA. Angga sebagai CEO Ichibot mengaku prihatin atas konsumsi gadget yang berlebihan bagi anak-anak. Dari latar belakang tersebut Angga bersama tim mencoba memberikan alternatif permainan berupa merakit robot dan kemudian mendorong siswa untuk mengikuti kompetisi robot baik tingkat nasional maupun internasional. Hingga saat ini robot ichibot sudah memenangkan beberapa kompetisi robot baik tingkat nasional maupun internasional. Anda dapat mengunjungi website resmi mereka melalui team-ichibot.id untuk mendapatkan informasi lebih lengkap. foto bersama sesuai Kickoff Ceremony Seusai acara Ceremony Kickoff Program Inkubasi dilanjutkan dengan acara sharing session yang dikemas melalui event Startuptalk. Startuptalk merupakan event sharing yang rutin diadakan oleh Inkubator ABP setiap 2 minggu sekali sebagai wujud kontribusi membangun…. ABP Incubator 2020, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.

Merasa idemu bagus, lalu mau bikin startup. Yakin?

Merasa idemu bagus, lalu mau bikin startup. Yakin?

Event Time Icon 09 Oktober 2020

http://www.pqs.pe/sites/default/files/2017/07/actualidad/pqs-startup-caracteristicas.jpg Beberapa tahun terakhir ini, di Indonesia baru booming tentang startup digital. Melihat keberhasilan Gojek, Tokopedia, Traveloka, Bukalapak yang menjadi deretan startup dengan valuasi lebih dari 13 Triliun Rupiah mungkin membuat banyak orang mulai ingin menjadi the next Nadiem Makarim, the next William Tanuwijaya, atau mungkin ingin menjadi the next Achmad Zaky. Tak terkecuali deretan mahasiswa jurusan informatika. Beriringan dengan semakin banyaknya program yang mendorong pertumbuhan startup digital, semakin banyak pula mahasiswa yang merasa bahwa idenya akan menjadi the next Gojek dimasa yang akan datang. Yah, meskipun ditahun 2018 ini tampaknya sudah mulai berkurang, mungkin karena sudah banyak yang berfikir realistis bahwa mendirikan startup itu bukanlah suatu hal yang mudah, lagi pula sudah mulai terbukti banyak yang tumbang juga. Lalu, Bermimpi besar untuk menjadi the next Nadiem Makarim apakah salah? Tentu saja tidak. Hanya saja kita sering kali hanya melihat kesuksesannya saja, tidak banyak yang melihat perjuangan dan kerja keras dibalik itu semua. Apakah kamu yakin mau berjuang dan bekerja keras jika kamu tetap memilih untuk membuat startup? Coba tanyakan lagi pada dirimu sendiri, apa sih alasan kamu sampai akhirnya kamu memutuskan ingin membangun startup? Jika alasannya karena kamu ingin menjadi kaya, sebaiknya pikirkan kembali deh keputusanmu untuk membangun startup. Karena kalau tujuannya untuk sekedar menjadi kaya, banyak cara yang bisa ditempuh lho tanpa harus membuat startup. Membuka usaha dibidang non teknologi juga bisa membuat kaya lho, buktinya hingga tahun 2018, belum ada tuh founder startup asal indonesia yang tercatat sebagai 10 besar orang terkaya di Indonesia. Jika alasannya karena kamu gak ingin kerja sama orang atau mungkin bingung mau ngapain karena sulit mencari kerja, sebaiknya coba pikirkan kembali. Dah yakin mau bikin startup? Seperti yang kita tahu Nadiem Makarim mendirikan gojek bukan karena dia sulit mencari kerja, dia lulusan MBA Harvard Business School lho, dan dia juga pernah bekerja beberapa tahun di perusahaan dengan jabatan yang tinggi. Jadi jika kamu merasa skillmu masih biasa-biasa saja, sebaiknya mulailah dengan mencari pengalaman bekerja di startup yang sedang berkembang untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya sebelum pada akhirnya kamu membangun startupmu sendiri. Namun jika alasanmu ingin membangun startup karena kamu melihat suatu masalah yang besar, yang menurut kamu harus segera diselesaikan. Dan kamu juga merasa bahwa kamu mampu berkontribusi untuk memecahkan masalah tersebut serta mau mencurahkan seluruh waktu, energi, pikiran, dan seluruh sumber dayamu untuk menyelesaikan masalah itu. Maka mulailah berikhtiar. Apakah ada jaminan berhasil? Belum tentu. Maka cobalah mulai dengan mencari jawaban dari…. ABP Incubator 2020, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.

ABP Incubator sebagai salah satu Startup Ecosystem builder di Jogja

ABP Incubator sebagai salah satu Startup Ecosystem builder di Jogja

Event Time Icon 09 Oktober 2020

Dalam 5 tahun terakhir, ecosystem industri digital berkembang dengan sangat pesat di beberapa kota besar di Indonesia. Salah satu indikator berkembangnya ecosystem digital di suatu daerah ditandai dengan banyaknya kegiatan yang lahir dari komunitas-komunitas penggiat industri digital. Banyaknya coworking space serta inkubator bisnis juga merupakan daya ungkit untuk mewadahi event-event komunitas agar bisa tumbuh secara subur. Inkubator ABP merupakan salah satu inkubator yang sedang mencoba untuk berkontribusi menumbuhkan ecosystem startup di Yogyakarta. Inkubator ini sebenarnya sudah berdiri dari tahun 2013. Pada awalnya inkubator ABP di inisiasi dari kerja sama antara Universitas Amikom dan Kementrian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dengan nama “Inkubator Industri Telematika Yogyakarta”. Beriringan dengan berakhirnya program kominfo pada akhir tahun 2015, Inkubator ini di kelola secara mandiri dibawah Unit Usaha Yayasan Amikom dan berganti nama menjadi “Inkubator Amikom Business Park (ABP)”. Inkubator ABP memiliki beberapa program sebagai bentuk kontribusinya menumbuhkan ecosystem industri digital di Yogyakarta. Startup Talk Startup Talk merupakan event yang rutin di selenggarakan oleh inkubator ABP setiap 2 minggu sekali. Event ini merupakan event yang terbuka untuk umum yang sekaligus bisa menjadi wadah untuk memberikan panggung bagi para pelaku Industri Digital di Yogyakarta untuk sharing tentang pengalamannya. Sampai sejauh ini, sudah terselenggara 43 kali kegiatan dengan topik yang berbeda-beda, mulai dari pembahasan yang sifatnya teknikal maupun bisnis. Startup Conference Sebagai bagian dari pembentuk ecosystem, ABP juga menyelenggarakan event yang mengundang speaker dengan kabiber Nasional maupun Internasional. Harapannya bisa semakin banyak lagi pihak yang melirik Jogja sebagai salah satu tempat dengan ecosystem startup digital yang baik. Startup Conference biasanya ABP adakan 1 sampai 2 kali dalam 1 tahun. Di tahun 2018, Event startup confference yang ABP adakan pada tanggal 12 Mei 2018, dengan speaker Natali Ardianto, Co-founder & ex CTO tiket.com. Dan tahun ini, 2–3 November 2019, ABP Incubator bekerja sama dengan berbagai pihak menyelenggarakan Event Startup Terbesar di Jogja di Tahun 2019. Yaitu Jogja Startup Day (jogjastartupday). Dalam acara ini ABP Incubator mengundang : 40 Exhibitor 56 Peserta Pitching Competition 30 Narasumber 5 Komunitas 4 Inkubator 6 Investor >1000 Perserta >10 Sesi talkshow dan seminar 25 Startup yang ikut Speed dating Panel Investor ( Dari Angin, Gobi Venture, Salim Venture, Finix, UMG Idealab) Startup Clinic Startup Clinic merupakan program untuk membantu orang-orang yang baru memulai masuk dan tertarik di Industri ini. Peranan inkubator ABP dalam startup clinic adalah sebagai coach, coach tersebut bertugas untuk menggali potensi-potensi yang ada pada peserta program Startup Clinic yang datang ke…. ABP Incubator 2020, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.

Masa depan suram, Salah siapa?

Masa depan suram, Salah siapa?

Event Time Icon 09 Oktober 2020

Saya yakin setiap orang pasti menginginkan masa depan yang cerah, berkecukupan, punya banyak waktu untuk keluarga, punya cukup uang dan bahagia dunia akhirat. Tapi ternyata tidak setiap orang bisa beruntung mencapai titik itu, kadang keinginan tidak sesuai dengan realita. Pada tulisan ini saya ingin mengajak kita berfikir sejenak, mengapa banyak orang tidak bisa mencapai masa depan yang cerah dan berkecukupan. Tahukah kamu bahwa setengah kekayaan di dunia ini ternyata hanya dikuasai oleh 1% orang (orang orang yang sangat kaya). Coba pikir mengapa bisa seperti itu? Dan seandainya semua total uang di dunia ini dibagi rata keseluruh populasi yang ada di dunia, maka 5 tahun setelah itu komposisinya kan kembali lagi >50% kekayaan dunia hanya akan dikuasai oleh segelintir orang saja. Mengapa bisa seperti itu? Coba pikirkan! Ya mungkin ini Hukum Alam untuk mencapai keseimbangan. Saya sendiri juga gak yakin apa alasannya selain karena Hukum Alam, karena setiap hal di dunia ini pastinya diciptakan untuk bisa saling melengkapi. Walaupun hal itu mungkin adalah hukum alam, tapi kita harus ikthiar dong. Seandainya didunia ini memang ditakdirkan ada sebagian orang menjadi miskin, sebagian menjadi cukup, dan sebagian menjadi kaya. Setidaknya kita harus bisa memastikan bahwa kita gak masuk dalam kategori miskin. Syukur-syukur kita bisa dikategori lebih dari cukup atau sangat berkecukupan. Lalu apa yang harus kita lakukan? Mungkin kita bisa memulai dengan lebih banyak melihat dan lebih banyak mendengar dengan pikiran terbuka. Melihat keatas dan melihat kebawah. Saya akan sharing satu hal dibenak saya yang menurut saya ini menjadi point terpenting agar kita bisa memiliki masa depan yang kita inginkan. Apakah itu? Jawabannya adalah, berani bermimpi besar dan berani menetapkan tujuan hidup sedini mungkin. selanjutnya adalah yakin bahwa kita bisa mencapai itu bagaimanapun caranya. Biasanya orang yang menjadi biasa aja, adalah orang-orang yang takut untuk mempunyai mimpi. Takut untuk menetapkan tujuan. Jadi ya hidupnya cuma lempeng-lempeng aja ngikutin arus. Orang-orang tipe ini adalah orang-orang yang biasanya takut kecewa jika harapannya tidak sesuai kenyataan. Jadi dari pada kecewa mereka memilih untuk tidak punya mimpi yang terlalu besar, tidak menetapkan tujuan yang besar. Sebagian orang digolongan ini, dia tidak mempunyai mimpi besar, namun dia sudah bisa mensyukuri dari apa yang dia dapat, dan itu cukup bagus. Tapi ada juga orang digolongan ini, sudah tidak memiliki goal yang spesifik tapi kerjaannya ngeluh terus dengan keadaan. Bahkan dilevel akut, mereka justru menebar virus iri, dengki, fitnah pada orang-orang disekitarnya yang tidak memiliki pola pikir yang sama dengan…. ABP Incubator 2020, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.

Setiap hal yang besar selalu diawali dengan sebuah langkah kecil.

Setiap hal yang besar selalu diawali dengan sebuah langkah kecil.

Event Time Icon 09 Oktober 2020

Di artikel sebelumnya, Masa depan suram, Salah siapa? sebenarnya saya ingin bercerita soal goal. Dimana untuk kita bisa mencapai suatu tujuan, hal yang wajib harus ada adalah tujuan itu sendiri. Jika kita tidak punya tujuan, kita pasti akan sulit menentukan arah. Di artikel sebelumnya saya ilustrasikan dengan sebuah puzzle, dimana 2 orang diminta untuk menyusun puzzle yang komplek. Orang yang pertama dikasih tau dulu hasil akhir puzzlenya akan membentuk gambar apa, dan satu orang lainnya tanpa dikasih tau terlebih dahulu. Umumnya, yang sudah bisa membayangkan dan tau hasil akhir puzzlenya seperti apa relatif lebih cepat menyelesaikan puzzle tersebut. Sama halnya kehidupan nyata, orang yang sudah bisa menentukan goal-nya relatif lebih cepat mencapai goal tersebut. Namun kadang masih banyak orang meskipun sudah tahu goalnya apa, mereka masih kesulitan mencapai goal tersebut. Banyak diantara mereka yang tidak tahu bagaimana cara mereka bisa mencapai goal tersebut dan harus mulai dari mana. Menurut saya itu normal, ketika kita sudah tahu tujuan kita mau kemana wajar saja kalau kadang kita bingung. Dan itu bagus, berarti kamu masih care terhadap goal itu. Mari kita analogikan menjadi sebuah perjalanan, anggap kamu tinggal di Jogja dan sudah menetapkan tujuan bahwa kamu ingin ke Singapore untuk liburan. Dengan sudah menetapkan tujuan artinya kamu sudah melewati fase pertama yaitu menetapkan goal. Fase kedua adalah bicara mengenai How to nya, bagaimana kita bisa mencapai goal itu. Untuk dapat pergi ke Singapore ada beberapa tahapan yang harus ditempuh. Bikin Paspor Beli Tiket Pesawat Jogja — Singapore PP Kelihatannya mudah, tapi kadang aktualnya tidak selalu semulus itu. Bagaimana kalau kita ternyata tidak punya uang untuk beli tiket atau sekedar biaya untuk bikin paspor aja gak punya. Jawaban saya adalah udah jalanin dulu aja dan mulai dari hal-hal yang paling sederhana yang bisa kamu lakuin. Hal-hal kecil apa sih contohnya? Kamu bisa mulai dengan berdoa dulu, plus minta doa orang tua bahwa kamu ingin mencapai goal itu. (ini adalah salah cara yang ampuh yang sudah sering saya praktekkan, Insyaallah Allah lain kali saya akan berbagi cerita soal hal ini) Kamu bisa mulai dengan menabung. Atau apapun yang bisa kamu lakukan, lakukan aja dulu. Kadang kita baru akan tau arah beberapa saat setelah kita mulai jalan. Jadi menurut saya mulai aja dulu dengan sesuatu yang bisa kita mulai sambil tetap memikirkan goal kita tersebut. Insyallah akan ada momentum dimana kita menjadi ada kesempatan untuk mengakselerasi langkah kita hingga menjadi cepat sampai tujuan. Satu hal lagi…. ABP Incubator 2020, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.

Tentang Relatifitas, Kaya Miskin, Pandai Bodoh, Sukses Gagal. Apakah semua itu Relatif?

Tentang Relatifitas, Kaya Miskin, Pandai Bodoh, Sukses Gagal. Apakah semua itu Relatif?

Event Time Icon 09 Oktober 2020

Sukses. Kata yang sering kita dengar. Setiap orang mungkin punya pandangan yang berbeda dalam menyikapi arti kata Sukses. Namun, bagi kebanyakan orang mungkin arti kata sukses itu adalah sukses secara financial dan karir. Pernah suatu ketika, saat saya mengisi sharing suatu acara, MC nya memperkenalkan saya sebagai orang yang sudah sukses, padahal jujur saya sendiri masih merasa belum sukses. Pernah juga saat ngobrol dengan teman lama, dibilang sukses karena sudah punya kendaraan dan punya rumah. Bagi saya sendiri atau bagi orang yang jauh lebih hebat dari saya, tentu saja saya mah masih bagaikan butiran debu. Tapi mungkin bagi orang tertentu saya sudah dianggap sukses. Lalu sukses itu sendiri apa sih? Apakah sukses itu relatif tergantung sedang dilingkungan mana kita berada. Menurut saya, ya. Karena masih banyak yang mengukur kesuksesan seseorang dengan ukuran sepatu dia sendiri. Terkait Pandai dan Bodoh apakah itu Relatif juga? Menurut saya ya. Saya pernah disuatu kondisi saya dianggap paling bodoh, dan pernah juga dikondisi dimana dianggap paling pintar. Saya akan coba bagikan cerita saya. Saat saya SD, saya relatif dikenal sebagai anak yang cukup pintar. Kelas 1–3 SD saya sering mendapatkan juara 1. Dan kelas 4–6, setidaknya masih 5 besar di kelas. Saat itu saya dianggap tidak bodoh. Masuk ke SMP, saya diminta mendaftar di SMP terbaik sekabupaten tempat saya tinggal, dan kalau gak salah saat itu SMP tersebut ranking 4 seprovinsi DIY. Saat itu seleksi masuk SMP dilaksanakan dengan test masuk, walaupun pada akhirnya saya diterima di SMP tersebut, saya berada diposisi ranking 210 dari 240 siswa yang diterima. Dan masa-masa kelas 1 SMP sampai kelas 3 SMP adalah masa-masa saya dianggap orang bodoh dikelas, Rekor ranking terbaik saya ketika semesteran adalah ranking 27 dari 40 siswa, dan Rekor ranking terburuk saya waktu itu ranking 37 dari 40 siswa. Di cap sebagai siswa yang bodoh tentu saya tidak enak, faktanya siswa yang dicap bodoh dan tidak punya skill lain yang mencolok rawan di bully. Bersyukur saya dulu tidak terlalu kena bully. Masa-masa SMP ditutup dengan Ujian Nasional dengan 3 mata pelajaran yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Saya dapat mengumpulkan total nilai 27, dengan rincian Matematika dapat nilai 10, Bahasa Indonesia 9.7, dan Bahasa Inggris 7.3 . Walaupun rata-rata nya sudah 9.00 namun ternyata banyak siswa yang mendapatkan nilai lebih baik dari nilai saya tersebut. Masa-masa SMP adalah masa-masa dimana saya merasa bodoh. Masuk ke SMA, saya masuk ke SMA terbaik sekabupaten. Waktu itu…. ABP Incubator 2020, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.

Define Our Purpose of Life Earlier

Define Our Purpose of Life Earlier

Event Time Icon 09 Oktober 2020

Purpose of Life, seingat saya istilah Purpose of Life ini pertama kali saya dengar dari Bro Yasa Paramita Singgih, pendiri Men’s Republic. Saya kenal dia pada awal tahun 2016, pada saat sama-sama jadi Finalist Wirausaha Muda Mandiri 2015. Aigiva, 1 Tahun 10 Bulan Saya mendapatkan ide menulis ini saat kemarin nemenin anak saya main dan tiba tiba muncul pertanyaan dipikiran saya Kira-kira apa kontribusi yang bisa saya lakukan agar anak ini kelak akan menjadi anak yang lebih hebat dan lebih bermanfaat dibanding Ayahnya? Saya harap, anak saya tidak perlu mengulangi kesalahan-kesalahan yang pernah saya lakukan. Salah satunya adalah terlambat start. Jujur saja saya baru mulai tahu saya harus berjalan ke arah mana saat saya kuliah semester 2. Dan saya pikir itu sangat terlambat. Seadainya saya bisa tahu lebih cepat, saya bisa menentukan prioritas prioritas dan tidak buang buang waktu untuk hal-hal yang tidak align dengan goal saya. Waktu itu, masa-masa SD, SMP, SMA saya lalui hari demi hari tanpa tahu tujuannya, saya tidak pernah benar benar tahu saya kelak ingin menjadi apa, bahkan saya juga tidak benar benar tahu ingin kuliah dimana dan jurusan apa. Alhasil nilai-nilai saya juga seadanya kala itu, mungkin karena saya tidak benar-benar tahu alasan kenapa saya harus belajar. Mungkin banyak juga yang merasakan hal yang sama dengan saya. Pernah suatu ketika, saat saya sharing di suatu acara secara random saya tanya beberapa peserta, setelah lulus apa rencana kalian? Dari sekitar 5 orang, hanya 1 orang aja yang bisa ceritakan planingnya. Meskipun terlihat sederhana, ternyata menentukan Purpose of Life sedini mungkin bukan perkara mudah, banyak faktor yang mempengaruhinya. Beberapa hal ini adalah faktor yang sangat mempengaruhi menurut pengalaman saya : Lingkungan Umumnya di masa-masa SD SMP SMA, lingkungan yang menjadi pengaruh paling dominan untuk kita adalah lingkungan keluarga. Karena secara umum anak akan cenderung mendengarkan dan mengikuti perintah orang tua. Kata perintah dikalimat sebelumnya saya cetak tebal karena sering kali orang tua hanya memberikan perintah, tanpa dikasih tahu alasan dibalik perintah tersebut. Atau sebenarnya sudah dikasih tahu, tapi orang tua tidak sadar atau bisa jadi tidak mau tau apakah anak sudah benar-benar memahami why nya atau belum. Menurut saya penting untuk orang tua sering-sering mengajak diskusi anak terkait masa depan, itu akan membantu anak lebih cepat menemukan purpose nya. Selain itu penting juga untuk orang tua sering-sering bercerita value value positif yang tetap harus dipegang si anak, itu akan membantu membentengi anak dalam perjalanan untuk mencapai…. ABP Incubator 2020, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.

Perjalanan dalam berusaha untuk tetap berada di lingkungan yang positif

Perjalanan dalam berusaha untuk tetap berada di lingkungan yang positif

Event Time Icon 09 Oktober 2020

Seorang motivator terkenal bernama Jim Rohn (Mentor dari Anthony Robbins) berkata “You are the average of the five people you spend the most time with”. Saya bersama 24 penerima Australia Award Scholarship lainnya. (Sydney, 2018) Apa yang diungkapkan oleh Jim Rohn pada kalimat pembuka pada artikel ini menggambarkan betapa besarnya pengaruh lingkungan dalam menentukan keberhasilan seseorang mencapai tujuan hidupnya. Kualitas diri kita merupakan hasil dari nilai rata-rata kualitas 5 orang terdekat kita. Dalam ajaran Agama Islam juga ada hadist yang mengatakan bahwa “Barang siapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka”. Yang pointnya juga sama, mengingatkan kita akan besarnya pengaruh lingkungan. John C. Maxwell dalam bukunya yang berjudul Winning with People: Discover the People Principles that Work for You Every Time, juga mengatakan hal serupa. “People can be the wind beneath our wings or the anchor on our boat.” Dia mengatakan bahwa ada dua tipe orang di Dunia ini. Pertama, mereka yang menjadi “angin di bawah sayapmu” (wind beneath your wings), yang mampu membuat kita terbang lebih tinggi. Mereka mendorong kita untuk terus maju dan berkembang. Namun ada juga tipe kedua yaitu mereka yang menjadi “jangkar bagi kapalmu” (anchor on your boat). Mereka akan membuat kapal kita kandas. Untuk itulah kita harus berhati-hati, kadang-kadang tanpa kita sadari, kehadiran para jangkar ini justru membuat kita sulit untuk berkembang. Pada intinya semua tokoh di atas mempunyai kesamaan pandangan bahwa lingkungan memiliki pengaruh yang sangat besar dalam perjalanan hidup seseorang. Saya pun meyakini dua faktor terbesar yang menentukan kesuksesan seseorang adalah lingkungan dan mindset. Dua hal ini menurut saya bagaikan dua mata uang yang tak terpisahkan. Jika kita berada di lingkungan yang baik, maka mindset kita juga menjadi lebih mudah terdorong untuk lebih positif. Jika mindset kita sudah positif, kita juga akan menjaga diri untuk tetap berada di lingkungan positif. Mungkin itu adalah bentuk Continuous Improvement, iterasi yang tidak ada habisnya. Dalam bahasa Jepang sering disebut dengan istilah Kaizen. Pada artikel saya sebelumnya yang berjudul Define Our Purpose of Life Earlier , saya bercerita bahwa saya termasuk salah satu orang yang terlambat untuk menentukan purpose of life saya. Namun dari pada menyesalinya, saya memilih untuk bersyukur. Saya bersyukur karena masih diberikan waktu untuk menyadarinya, sesungguhnya apapun keadaannya kita masih tetap bisa bersyukur. Terlambat menentukan purpose of life biasanya juga berakibat pada terlambatnya memilih lingkungan yang tepat. Namun meski begitu, saya akan coba bagikan point-point dalam perjalanan hidup saya yang bisa disikapi…. ABP Incubator 2020, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.

On Demand Services Startup asal Jogja

On Demand Services Startup asal Jogja

Event Time Icon 09 Oktober 2020

Beberapa saat yang lalu saat saya sedang berdiskusi dengan tim pengelola inkubator Amikom terkait perkembangan startup-startup yang kami bina. Muncul suatu topik diskusi yang endingnya adalah komitmen berbagi cerita terkait startup yang kami dampingi, awalnya hanya ditujukan untuk mengisi konten design website yang baru. Namun saya pikir, sekalian aja ditulis di media Medium. Perkembangan startup dalam sebuah negara atau wilayah biasanya dimulai dari berkembangan startup-startup dibidang media, lalu dilanjutkan ke startup di bidang ecommerce baru dilanjutkan dibidang lainnya. Di Indonesia sendiri, setelah era E-commerce dan OTA (Online Travel Agent). Era on demand services dan fintech mulai bermunculan. Banyak startup yang mendapatkan momentum terkait hal ini. Respon pasar terhadap layanan on demand services yang baik membuat salah satu startup asal Yogyakarta juga mendapatkan momentum dan ikut meramaikan industri startup dibidang on demand services. Startup hasil binaan Program Bootcamp dari Inkubator Amikom Business Park yang bernama Hepicar ini, sudah berhasil memperoleh pendanaan pertamanya pada 2019 dengan angka yang cukup fantastis. Dengan pendanaan tersebut mereka telah beroperasi di 3 kota dan meluncurkan aplikasi Hepicar pada Platform Android dan IOS. Hepicar adalah Start up penyedia jasa cuci dan service kendaran on demand. Di kembangkan oleh Nurhidayanto yang memang sudah bertahun-tahun menekuni bisnis dibidang otomotif. Kecintaannya terhadap dunia jasa dan perdagangan bidang otomotif membuat Nurhidayanto keluar dari zona nyaman sebagai pebisnis aki baterai ternama di Jogjakarta dan beralih mengembangkan layanan online bengkel dan cuci mobil Hepicar. Dilihat dari sisi operasional HEPICAR sudah mampu melayani pesanan melalui aplikasi (Android dan IOS), web dan email selama 24/7 non stop. Hepicar memiliki 12 SOP yang berfungsi baik untuk menjalankan operasi. Nurhidayanto selaku founder HEPICAR, mengungkapkan bahwa mereka saat ini sudah mampu memahami bagaimana pola penumbuhan GMV serta bagaimana menggandakan revenue. Berbekal tim yang solid, efektif dan ?expandable? HEPICAR membuka ruang untuk pendanaan lanjutan yang akan mereka gunakan untuk ekspansi ke 9 kota lainnya. Inkubator Amikom Business Park selalu berkomitmen penuh untuk mendukung ecosystem startup di Yogyakarta. Dukungan diberbagai bidang diberikan oleh mereka untuk membantu startup-startup Yogyakarta agar bisa tumbuh dan berkembang ke level yang lebih tinggi. Jadi, jika kamu seorang startup founder dan butuh bantuan untuk membuat startupmu tumbuh lebih cepat, jangan ragu untuk hubungi Inkubator Amikom Business Park atau dikenal juga dengan Inkubator ABP.. ABP Incubator 2020, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.

Taxi Drone?—?Frogs 282

Taxi Drone?—?Frogs 282

Event Time Icon 09 Oktober 2020

Masih seputar topik yang sama dengan tulisan saya sebelumnya, yaitu bercerita soal startup startup di lingkungan Inkubator Amikom. Kali ini saya akan sedikit bercerita terkait Taxi Drone Frogs. Uji Coba Frogs di Lanud Gading Mungkin anda sudah cukup familiar dengan alat transportasi udara seperti pesawat maupun helicopter. Namun startup asal Jogja bernama Frogs ini mengusung konsep yang berbeda, Drone yang saat ini umumnya digunakan untuk alat survey dan photography mereka kembangkan menjadi sebuah drone penumpang yang ditujukan untuk mengatasi masalah transportasi dimasa depan. Cikal bakal Frogs sendiri lahir di Ruang Meeting Inkubator Amikom Business Park pada awal tahun 2017. Saat itu ada seorang Angel Investor yang kebetulan datang ke kantor Inkubator Amikom Business Park untuk melihat startup-startup yang potensial. Singkat secerita tak lama setelah pertemuan itu, terjalin kerjasama untuk mengembangkan project ambisius yaitu pengembangan Drone Passenger, yang akhirnya di kasih nama Frogs 282. Taxi drone ini di klaim menjadi drone penumpang pertama buatan Indonesia, Frogs ini diuji coba untuk pertama kalinya di Lapangan Udara Gading, Playen, Gunungkidul, Yogyakarta, Sabtu (7/3/2020). Meskipun perjalanan untuk mendapatkan izin terbang komersil dari taxi drone ini masih sangat panjang. Namun tim Frogs optimis bahwa bisnis drone merupakan bisnis yang menjanjikan dimasa depan. Saat ini selain melakukan research pengembangan Taxi Drone, mereka juga membuat drone drone lainnya seperti drone surveillance dan drone sprayer yang saat ini memang sudah bisa diterima dipasar. Perusahaan Frogs Indonesia terdiri dari sekitar 20 orang pekerja yang 100% berkewarganegaraan Indonesia, ini menunjukkan bahwa kemampuan orang-orang Indonesia tidak kalah dengan orang-orang di luar negeri. Drone Passenger Frogs menjadi bukti nyata anak anak muda Indonesia bisa berhasil menghasilkan karya yang tak kalah dengan karya orang luar negeri. Dengan support system yang tepat, karya-karya spektakuler bisa lahir dari Indonesia, dalam hal ini khususnya Yogyakarta. Inkubator Amikom Business Park merupakan salah satu part dari support system tersebut dimana memiliki peran yang sangat penting untuk membina startup di tahapan early stage sebelum akhirnya di hubungkan ke Angel Investor maupun Venture Capital.. ABP Incubator 2020, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.

Designer Culture To Build Product That People Love

Designer Culture To Build Product That People Love

Event Time Icon 08 Oktober 2020

What separates great products from good ones? Attractive designs? User testing? Genius designers? Well, these might be contributory factors

The Pros and Cons of Daily Standing Meetup

The Pros and Cons of Daily Standing Meetup

Event Time Icon 08 Oktober 2020

What separates great products from good ones? Attractive designs? User testing? Genius designers? Well, these might be contributory factors

UI Trend on 2020, What’s Possibly Happen.

UI Trend on 2020, What’s Possibly Happen.

Event Time Icon 08 Oktober 2020

What separates great products from good ones? Attractive designs? User testing? Genius designers? Well, these might be contributory factors  

How Add User Centered Design Into Your Workflow Easily.

How Add User Centered Design Into Your Workflow Easily.

Event Time Icon 08 Oktober 2020

What separatesWhat separates great products from good ones? Attractive designs? User testing? Genius designers? Well, these might be contributory factors

Load More Load More Articles Load More Articles