Sustainability for Startup Incubator

Sustainability for Startup IncubatorApril 14, 2021, Amikom Business Park (ABP) incubator has completed a series of coaching which is an international collaboration between ABP and PUM Netherlands. Collaboration contains remote coaching for the incubator from PUM. PUM is an organization of experts who share knowledge and experience to strengthen business in other countries. PUM is based in the Netherlands. ABP is fortunate to be part of the program, which runs for approximately 7 weeks. The issue chosen by ABP was about how to make the incubator sustainable even without the help of grant. For 7 weeks PUM explored ABP’s potential. The coach who became an expert was Mr. Cees. Even it is online coaching, but that doesn’t stop ABP team to keep learning. The incubator business model is a concern in this remote coaching session. The business model run by an incubator must be clear about the objectives of the incubator itself. As an incubator, ABP is a fairly mature incubator. ABP has quite a lot of strengths. Every session of the coaching, there is always a value that can be retrieved. The objective of an incubator must be clear, although the activities carried out by the incubator are a lot, all of these activities must aim at the same objectives. The lessons learned from this coaching are: The objective must be clear. The incubation process must be really good (from the customer, entry criteria, incubation process, and exit criteria) Startups that have passed must continue to be successful financial model clarifies the business model “The main task of the incubator is to incubate, so the result of the incubation is what will make the incubator sustain.”. ABP Incubator 2021, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.

Recomended Article

Article Designer Culture To Build Product That People Love

Perusahaan Butuh Culture?

Culture atau budaya, dalam kehidupan kita pasti ada budaya budaya yang terbentuk. Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi, diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sekelompok orang, serta diwariskan dari generasi ke generasi.(link sumber) Dalam definisi tersebut dapat kita maknai bahwa culture tidak hanya terbentuk dalam agama maupun adat istiadat, namun juga dalam organisasi profesional seperti perusahaan. Kita sebagai pemimpin perusahaan tidak mungkin membiarkan perusahaan kita berjalan tanpa “cara hidup”. Karyawan yang kita pimpin biasanya menjalankan arahan dari sistem yang kita bentuk. Sistem yang mungkin berbeda-beda setiap perusahaan, namun ada satu hal yang mungkin akan selalu ada yaitu “cara hidup” perusahaan kita. Sebagai contoh: kita memiliki perusahaan digital misalnya sebuah aplikasi X yang didownload di playstore. Demi mencapai target 1.000.000 downloader, kita membuat review dan testimoni “fake” untuk perusahaan kita tersebut. Cara yang seperti contoh diatas mungkin aja berhasil membuat perusahaan kita mencapai target, namun one day hal itu akan sangat berbahaya untuk perusahaan kita. So, ibarat perjalanan hidup, — Tujuan hidup = Target perusahaan — Cara kita mencapai tujuan hidup kita = Sistem atau program perusahaan — Kepercayaan dalam diri kita = culture perusahaan kita Dari analogi itu kita bisa mengambil beberapa point. Jika ada culture dalam perusahaan aplikasi X tadi, pasti perusahaan itu tidak akan mengambil langkah yang salah. contoh culture perusahaan besar: Contoh budaya Gojek link sumber Culture dapat membuat perusahaan kita menjadi: On The Track, Artinya perusahaan kita tidak akan hanya berorientasi pada tujuan namun juga akan memperhatikan “how to” nya, sesuai ga dengan budaya perusahaan kita. Easy to deliver to the team, Dengan adanya budaya perusahaan yang kita bangun, maka kita dapat dengan lebih mudah menyampaikan kepada tim kita tentang bagaimana perusahaan kita harus berjalan. Maka tidak jarang perusahaan-perusahaan besar memiliki kata-kata budaya yang singkat namun bermakna sangat positif, lalu memajangnya di dinding-dinding, yang dimaksudkan agar karyawan dapat dengan mudah mengingat dan meyakininya. Perusahaan butuh culture? ga butuh, tapi butuh banget…. ABP Incubator 2021, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.

Article Designer Culture To Build Product That People Love

Mengubah Orang Asing Menjadi Konsumen Paling Loyal di Era Digital

Pagi itu saya ditelepon oleh seseorang berasal dari sebuah hotel di jogja. Beliau mengungkapkan keinginannya untuk menyewa tanaman di UMKM yang saya bangun bersama tim, yaitu plantb.plant. Berawal dari telepon tersebut, hingga kini kami menjadi mitra. Tidak pernah menyangka sebelumnya, seseorang tersebut adalah pemilik hotelnya langsung. Saya dengan pemilik hotel tersebut tidak saling mengenal sebelumnya, internetlah yang mempertemukan kami, Pemilik usaha dengan pencari jasa. Sewa tanaman jogja seperti ini contoh jasa yang saya tawarkan, kami menyewakan tanaman untuk kantor, bulanan: Sumber foto: https://www.instagram.com/plantb.plant/ Cerita singkat saya itu membuat saya sedikit merenung mengenai teori Market Funneling. Bagaimana seseorang yang sebelumnya tidak mengenal perusahaan kita, hingga akhirnya sangat percaya pada jasa yang kita berikan. Perjalanan panjang tersebut akan saya bahas dalam tulisan ini. Saya belum memiliki platform seperti website khusus, namun saya melakukan hal sederhana yang saya implementasikan untuk mengoptimasi internet. Tahapan dalam market funnel tersebut adalah: Awareness, ini adalah tahap pertama dimana seseorang dari belum mengetahui sama sekali tentang usaha kita. Pemilik usaha perlu untuk membuat edukasi-edukasi untuk mengenalkan produk atau jasa yang kita miliki. Era digital seperti ini memiliki keunggulan yang memudahkan pemilik usaha untuk membuat konten soft selling kepada calon konsumen, sebaliknya calon konsumen juga memiliki kemudahan untuk mencari dan membandingkan vendor yang cocok dengan mereka. pada tahap ini pemilik usaha dapat membuat konten-konten digital di sosial media, media online ataupun website. Consideration, ketika seseorang sudah mulai mengetahui ataupun menyadari keberadaan usaha kita, maka mereka akan berpindah pada tahapan selanjutnya yaitu consideration. pada tahap ini calon konsumen akan memikirkan dengan matang, mencari informasi ke-profesional-an usaha kita dari berbagai sumber, oleh karena itu untuk bisa memastikan kita memenangkan hati calon konsumen, kita perlu membuat agar usaha kita terlihat sangat profesional. Bisa dengan cara membuat website/landing page, membuat wadah testimoni positif dari konsumen yang sudah lebih dulu menggunakan jasa kita, dan yang paling penting adalah keramahan agar customer experience yang baik dapat tercapai. Evaluation, Calon konsumen yang tadinya masih berpikir panjang sekarang akhirnya memilih untuk mencoba menggunakan. Tahap ini penting, karena jika memang layanan kita tidak layak untuk dipakai, maka selesai. Calon konsumen tidak akan menjadi konsumen. Kekecewaan pada masa trial ini yang membuat mereka akan menghentikan tahapan. Hal yang perlu kita lakukan jika calon konsumen sudah sampai sejauh ini adalah menjaga agar kualitas layanan kita sesuai dengan yang mereka harapkan. Adoption, Yay!! selamat!! yang tadinya masih calon konsumen sekarang sudah menjadi konsumen. Kita boleh senang, namun tetap berhati-hati untuk tetap…. ABP Incubator 2021, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.

Article Designer Culture To Build Product That People Love

The Power of Volunteering

Pic.1 Materi Sharing Kekuatan Sukarela Volunteer atau sukarelawan bukan hanya ada ketika ada bencana alam, namun di dunia perkuliahan menjadi volunteer adalah hal yang mungkin dilakukan. Kuliah yang cukup membutuhkan waktu, membuat mahasiswa harus fokus menjadi mahasiswa yang baik. Kriteria mahasiswa yang baik untuk satu orang dengan orang yang lain mungkin saja berbeda. Ada yang mengikuti kuliah dan lulus tepat waktu, itu sudah memenuhi kriteria mahasiswa yang baik. Beberapa mahasiswa merasa menjadi mahasiswa yang baik sudah cukup, namun ketika menjadi mahasiswa Universitas Amikom, semua mahasiswa dikenalkan dengan istilah “Manusia Unggul” dimulai dari “Mahasiswa Unggul”. Pengetahuan mahasiswa unggul didapatkan saat pertama kali menjadi mahasiswa di Amikom. Salah satu kriteria untuk menjadi mahasiswa unggul adalah ketika IQ, EQ, dan SQ tinggi. IQ berhubungan dengan kemampuan intelektual dari seorang mahasiswa. EQ adalah tentang kemampuan mahasiswa mengendalikan emosi, dan SQ adalah tentang kemampuan mahasiswa dalam bertaqwa kepada Tuhan. Ketiga kriteria tersebut diajarkan dengan jelas dan berkesan dalam perkuliahan. Mahasiswa unggul yang tercermin dari mahasiswa Amikom adalah ketika ada suatu kesempatan rekrutmen untuk mahasiswa yang ingin mengasah kriteria kecerdasan dengan bergabung menjadi volunteer. Volunteer dalam hal apapun, hal positif yang mengkonkritkan kontribusi mahasiswa menjadi mahasiswa unggul. Langkah menjadi volunteer adalah langkah besar untuk menjadi bukan hanya mahasiswa yang baik melainkan menjadi mahasiswa unggul. Kesempatan menjadi volunteer di Amikom terbuka lebar untuk mahasiswa. Seperti suatu inkubator startup bernama Amikom Business Park (ABP) misalnya, membuka program volunteer untuk mahasiswa. Bukan gaji yang akan didapatkan, namun manfaat lain yang lebih abadi, yaitu pengalaman. “The more we give, the more we get” tagline itu menjadi benar-benar ada ketika mahasiswa menjadi volunteer. Semakin ikhlas maka semakin banyak manfaat yang didapat. ABP memberi kesempatan bagi siapapun untuk mendapat pengalaman bekerja, berkontribusi membangun ekosistem entrepreneurship di Jogja. Kesempatan yang terbuka misalnya menjadi graphic designer, video content creator, event manager, dan bahkan dalam hal sosial media marketing. Menurut volunteer yang sudah lulus, ada beberapa diantara mereka yang menjadi pengusaha sukses di usia muda, dan juga banyak juga yang dicari untuk bekerja secara profesional di startup sebelum mereka lulus. Satu langkah lebih maju dibanding mahasiswa yang lain. Ilmu pengetahuan yang benar-benar terbukti dipraktekan saat menjadi volunteer berubah menjadi skill yang bernilai. Skill adalah hal yang menjadi nilai tambah seorang mahasiswa untuk dipilih, dibandingkan calon profesional lain. Selain skill yang akan didapatkan, menjadi volunteer juga membuka tali silaturahmi menjadi lebih lebar, bahasa yang lebih keren adalah network yang dimiliki menjadi lebih luas. Circle atau lingkungan…. ABP Incubator 2021, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.

Article Designer Culture To Build Product That People Love

Startup Talk #75 :“User Experience Design Process”

Halo Sobat ABP..! Startup Talk kembali hadir pada Sabtu (24/04/2021). Stratup Talk #75 tema diskusi yang diangkat ialah User Experience Design Process. Startup Talk kali ini tentunya diisi oleh seseorang yang sudah ekspert dibidangnya yaitu Ibu Rifda Faticha A.A yang merupakan Co-founder dan Project Manager dari Manasta Group, sekaligus salah satu dosen di Universitas Amikom Yogyakarta. Beliau juga merupakan seorang UX Designer serta UX Researcher. Melalui Startup Talk #75 ini, Ibu Rifda Fathica membagikan beberapa proses yang harus dilalui dalam membuat UX Design. Ibu Rifda juga menuturkan UX Deseign Process ini secara sederhana merupakan tampilan yang digunakan untuk membuat pengguna merasa nyaman. “UX Design Process ini secara sederhana adalah membuat tampilan yang nyaman yang bisa digunakan oleh penggunanya” tutur Ibu Rifda Faticha. Adapun lima tahapan dalam UX Design Process yaitu: 1)Research, tahapan awal yang memang harus dilakukan oleh seorang UX Deseigner untuk mengetahui serta memahami pengguna atau user yang kita tuju. 2)Analyse, yaitu dengan melihat aspek user persona, user journey, dan user stories. 3)Design, dalam hal ini sudah masuk pada tahapan user flow yaitu seorang UX Designer harus mulai mendesain tampilan aliran ketika user membuka aplikasi yang kita buat. 4)Validate, yaitu memvalidasi dari tahapan-tahapan sebelumnya. 5)Handout, yaitu proses menjembatani antara UI dan UX menuju Programmer. Startup talk #75 ini juga disambut baik oleh para peserta. Hal ini terbukti dengan antusiasme peserta dalam menanggapi serta bertanya terkait UX Design Process. Dengan antusiasme peserta yang sangat tiggi ini juga, Startup Talk #75 kali ini menjadi lebih interaktif. (redaksi :Devi Anggraeni, editor :Rofiatul Azizah). ABP Incubator 2021, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.


Recomended Event

Event Talk: IoT in Agriculture and Aquaculture Image

24

Jun 2020

Talk: IoT in Agriculture and Aquaculture

Event Time Icon Time : 09.30 - Selesai WIB
Event Location Icon Location : ABP Office [ Get Direction ]
Event Talk: Developing Skill As iOS Dev In News Department

30

Jun 2020

Talk: Developing Skill As iOS Dev In News Department

Event Time Icon Time : 09.30 - Selesai WIB
Event Location Icon Location : ABP Office [ Get Direction ]
Event Talk: Developing Skill As iOS Dev In News Department

15

Jul 2020

Talk: Membuat Startup Yang Berkelanjutan Meski Pandemi Covid-19 Sekalipun

Event Time Icon Time : 09.30 - Selesai WIB
Event Location Icon Location : ABP Office [ Get Direction ]
Event Talk: Sayur Buah Begairah

30

Jul 2020

Talk: Sayur Buah Begairah

Event Time Icon Time : 09.30 - Selesai WIB
Event Location Icon Location : ABP Office [ Get Direction ]