Masa depan suram, Salah siapa?

Masa depan suram, Salah siapa?Saya yakin setiap orang pasti menginginkan masa depan yang cerah, berkecukupan, punya banyak waktu untuk keluarga, punya cukup uang dan bahagia dunia akhirat. Tapi ternyata tidak setiap orang bisa beruntung mencapai titik itu, kadang keinginan tidak sesuai dengan realita. Pada tulisan ini saya ingin mengajak kita berfikir sejenak, mengapa banyak orang tidak bisa mencapai masa depan yang cerah dan berkecukupan. Tahukah kamu bahwa setengah kekayaan di dunia ini ternyata hanya dikuasai oleh 1% orang (orang orang yang sangat kaya). Coba pikir mengapa bisa seperti itu? Dan seandainya semua total uang di dunia ini dibagi rata keseluruh populasi yang ada di dunia, maka 5 tahun setelah itu komposisinya kan kembali lagi >50% kekayaan dunia hanya akan dikuasai oleh segelintir orang saja. Mengapa bisa seperti itu? Coba pikirkan! Ya mungkin ini Hukum Alam untuk mencapai keseimbangan. Saya sendiri juga gak yakin apa alasannya selain karena Hukum Alam, karena setiap hal di dunia ini pastinya diciptakan untuk bisa saling melengkapi. Walaupun hal itu mungkin adalah hukum alam, tapi kita harus ikthiar dong. Seandainya didunia ini memang ditakdirkan ada sebagian orang menjadi miskin, sebagian menjadi cukup, dan sebagian menjadi kaya. Setidaknya kita harus bisa memastikan bahwa kita gak masuk dalam kategori miskin. Syukur-syukur kita bisa dikategori lebih dari cukup atau sangat berkecukupan. Lalu apa yang harus kita lakukan? Mungkin kita bisa memulai dengan lebih banyak melihat dan lebih banyak mendengar dengan pikiran terbuka. Melihat keatas dan melihat kebawah. Saya akan sharing satu hal dibenak saya yang menurut saya ini menjadi point terpenting agar kita bisa memiliki masa depan yang kita inginkan. Apakah itu? Jawabannya adalah, berani bermimpi besar dan berani menetapkan tujuan hidup sedini mungkin. selanjutnya adalah yakin bahwa kita bisa mencapai itu bagaimanapun caranya. Biasanya orang yang menjadi biasa aja, adalah orang-orang yang takut untuk mempunyai mimpi. Takut untuk menetapkan tujuan. Jadi ya hidupnya cuma lempeng-lempeng aja ngikutin arus. Orang-orang tipe ini adalah orang-orang yang biasanya takut kecewa jika harapannya tidak sesuai kenyataan. Jadi dari pada kecewa mereka memilih untuk tidak punya mimpi yang terlalu besar, tidak menetapkan tujuan yang besar. Sebagian orang digolongan ini, dia tidak mempunyai mimpi besar, namun dia sudah bisa mensyukuri dari apa yang dia dapat, dan itu cukup bagus. Tapi ada juga orang digolongan ini, sudah tidak memiliki goal yang spesifik tapi kerjaannya ngeluh terus dengan keadaan. Bahkan dilevel akut, mereka justru menebar virus iri, dengki, fitnah pada orang-orang disekitarnya yang tidak memiliki pola pikir yang sama dengan…. ABP Incubator 2020, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.

Recomended Article

Article Designer Culture To Build Product That People Love

STARTUP TALK#64 “IDEA GENERATION”

Hallo sobat Abp! Kemampuan berimajinasi dan berpikir seseorang mampu menciptakan sebuah gagasan atau ide. Ide yang dimiliki oleh setiap orang berbeda-beda tergantung dengan latar belakang personal dari orang tersebut, baik dari pengalaman maupun lingkungannya. Dengan begitu tindakan yang dipilih akan berbeda-beda sesuai dengan kemampuan masing-masing. Masih banyak orang yang memiliki banyak ide akan tetapi tidak mampu merealisasikannya. Akan lebih baik jika memiliki sebuah ide, kemudian dapat mengeksekusi ide tersebut supaya dapat ditampilkan kepada orang lain. Dengan adanya tindakan-tindakan tersebut kemudian nantinya akan menimbulakan sebuah pemikiran baru atau yang dikenal dengan Idea Generation. Pada event Startup Talk Online Edition yang rutin diadakan oleh ABP Incubator kali ini mengundang salah satu narasumber yaitu Agra Locita beliau menjabat sebagai Marketing dan Program Manager PT Aseli Dagadu Djokdja. . Beliau menjelaskan lebih mengenai berbagai cara pemikiran dan perilaku setiap orang. Startup Talk ini merupakan event yang terbuka untuk umum yang sekaligus bisa menjadi wadah untuk memberikan panggung bagi para pelaku Industri Digital di Yogyakarta untuk sharing tentang pengalamannya. Startup Talk Online Editon yang diselenggarakan pada tanggal 10 Oktober 2020 merupakan Startup Talk yang ke-64, dengan mengangkat pembahasan “Idea Generation”. Dari pembahasan tersebut menejelaskan bahwa Idea Generation merupakan tindakan membentuk ide untuk memiliki pemikiran baru. Pembicara pada Startup Talk kali ini banyak menyampaikan mengenai berbagai macam karakter, cara belajar, dan latar belakang pada setiap orang itu berbeda-beda. Setiap orang dibagi menjadi dua orang yang mempunyai karakter yang berbeda-beda. Didalam dua karakter tersebut terdapat berbagai macam karakter seperti Dominance, Influencing, Cautious, dan Stabilizing. Nah, selain berbeda dalam karakter, setiap orang juga berbeda dalam cara belajar. Seperti yang disampaikan oleh pembicara, bahwa setiap orang itu memiliki cara belajar yang berbeda-beda. Ada tiga hal cara belajar yang disampaikan yang pertama belajar berdasarkan visual yaitu belajar dengan cara melihat dan memahami melalui gambar, yang kedua belajar berdasarkan mendengarkan yaitu belajar dengan cara mendengarkan, yang ketiga belajar berdasarkan meraba yaitu belajar dengan cara memegang dan merasakan teksturnya. Selain dari tiga hal tersebut, ada juga tipe-tipe belajar setiap orang seperti Naturalist, Spatial, Linguistic, Intrapersonal, Interpersonal, Musical, Logical- mathematical dan Bodily kinesthetic. Nah, dengan adanya acara ini yuk bersama-sama mendaftar dan hadir dalam acara Startup Talk berikutnya pada tanggal 24 Oktober 2020. Guna menambah ilmu dari pengalaman para pembicara. Dan jangan sampai ketinggalan info-info dari Abp Inkubator dengan cara mengikuti kami di : Instagram : @abpincubator YouTube : abp incubator Spotify : Abpodcast. ABP Incubator 2021, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.

Article Designer Culture To Build Product That People Love

STARTUP TALK #63: “Peran Edtech startup untuk pendidikan di era pandemi”

Halo sobat Abp! Saat ini di Indonesia banyak Endtech-endtech bermunculan seiring berkembangnya teknologi. Kemunculan banyaknya Endtech ini merupakan sebuah dorongan para pelaku startup dalam melakukan inovasi dibidang edukasi dalam membantu proses pembelajaran. Setelah diputuskannya pandemi secara nasional, semua sektor pendidikan di Indonesia dilarang untuk melakukan proses pembelajaran secara tatap muka. Hal ini untuk mencegah penyebaran COVID-19 semakin bertambah dan menyebar luas. Sehingga pemerintah mengalihkan pembelajaran baik siswa dibangku sekolah maupun mahasiswa dibangku kuliah secara daring. Pada event Startup Talk Online Edition yang rutin diadakan oleh ABP Incubator kali ini mengundang salah satu narasumber yaitu Defi Ariyani, beliau menjabat sebagai Bisnis Development dan Marketing di Widya Edu. Beliau menjelaskan lebih mengenai peran yang dilakukan oleh Endtech startup dalam menanggapi permasalahan pendidikan di era pandemi saat ini. Startup Talk ini merupakan event yang terbuka untuk umum yang sekaligus bisa menjadi wadah untuk memberikan panggung bagi para pelaku Industri Digital di Yogyakarta untuk sharing tentang pengalamannya. Startup Talk Online Editon yang diselenggarakan pada tanggal 26 September 2020 merupakan Startup Talk yang ke-63, dengan mengangkat pembahasan “Peran Endtech Startup untuk Pendidikan di Era Pendemi”. Dari pembahasan tersebut menejelaskan bahwa Widya Edu hadir untuk memecahkan persoalan masalah yang muncul dibidang edukasi atau pendidikan .Widya Edu lahir di era pandemi sebagai salah satu Endtech Startup di Indonesia yang memudahkan para pelaku pendidikan baik Pengajar maupun Pelajar. Platform pembelajaran ini disertai dengan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang merupakan salah satu keunggulannya. Widya Edu menggunakan AI Face Recognition Presence Attandance dalam melakukan presensi kehadiran para pesertanya. Keunggulan ini menjadikan supaya bisa mendisplinkan para pesertanya. Widya Edu memberikan beberapa penawaran pelayanan seperti, Live Interactive Class & Private, Learning with Tutors (Marketplace), Learning Management System, Learning Content Materials, dan mengadakan Try Out, Quiz, and Consultation yang mampu menunjang para penggunanya. Hingga saat ini Widya Edu sudah memiliki 1500 pengguna yang tersebar diseluruh Indonesia. Dari beberapa user sudah merasa puas dengan menggunakan platform Widya Edu. Mereka merasa lebih terbantu dengan kehadiran platform ini. Nah, dengan adanya acara ini yuk bersama-sama mendaftar dan hadir dalam acara Startup Talk berikutnya pada tanggal 17 Oktober 2020. Guna menambah ilmu dari pengalaman para pembicara. Dan jangan sampai ketinggalan info-info dari Abp Inkubator dengan cara mengikuti kami di : Instagram : @abpincubator YouTube : abp incubator Spotify : Abpodcast. ABP Incubator 2021, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.

Article Designer Culture To Build Product That People Love

Startup Talks 48

Sleman — Amikom Business Park (ABP) Inkubator kembali melaksanakan Startup Talks (Sabtu, 1/2). Mengambil tema Implementasi Artificial Intelegent dan Big Data di Indonesia dan mengundang Ibnu Abdissalam, selaku Head of Solusi247 Yogyakarta membuat peserta begitu antusias. Ibnu mengungkapkan Solusi247 sudah dari tahun 2012 fokus dalam sistem big data. Revolusi industry 4.0 membuat bigdata, Internet of the Thinks (IoT), Internet of the City (IoC), serta Artificial Intelegent (AI) akan menjadi global trend. AI sebenarnya produk lama yang ada dalam jurnal penelitian, namun baru bisa dikembangkan karena dunia sedang dalam pembaharuan teknologi. “Sekarang Indonesia sedang pakai 4G LTE, tapi Korea Selatan sudah menjajaki sistem 5G”, ucap Ibnu. Pembaruan teknologi sangat cepat terjadi, jika tidak mengikuti pasti tertinggal. Pembaruan teknologi, juga mendorong terciptanya pengembangan teknologi. Misal adanya google assistant, sangat membantu pengguna smart phone saat ini. Itu salah satu contoh penerapan sederhana dari AI. Ibnu juga mengungkapkan, teknologi AI bisa diterapkan dalam aspek kesehatan di rumah sakit. “AI bisa juga diterapkan dalam membantu suster atau perawat dalam menulis diagnosa pasien. Dulu perlu waktu dalam menulis diagnosa, namun dengan AI bisa diatasi dengan singkat”, ucap Ibnu. Selain itu AI bisa juga di integrasikan dengan Big Data dalam mendeteksi penyakit untuk pasien. Hal itu sudah dilakukan di China, dan bukan tidak mungkin juga diterapkan di Indonesia. “Jadi AI kedepannya mungkin bisa menjadi rules untuk membantuk para dokter dalam bertugas”, ucap Ibnu. Ibnu menambahkan, pada dasarnya data itu sama tapi memang dari size yang berbeda, yang membedakan adalah teknik, tools, dan arsitekturnya. “Movement tradisional teknis nantinya sudah tidak akan dipakai, industri akan beralih ke sistem yang cepat dan akurat”, ucap Ibnu. Data yang di-generate saat ini sudah susah jika dikerjakan dengan teknis tradisional, karena membutuhkan biaya yang sangat besar. “Movement big data sistemnya jika ada aplikasi bertemu dengan internet dan didukung oleh GPS maka akan menghasilkan data yang besar”, tambah Ibnu. Sebagai contoh, ada sekian grup WA jika semua aktif dan saling bertukar data misal foto atau video pasti akan memperlambat kinerja smart phone. Bisa juga dengan aplikasi ojek online, saat menyalakan GPS maka akan berpengaruh pada tingkat batrey yang berkurang. Semua hal tersebut disebabkan alur data generate yang tinggi dan mempengaruhi kinerja smart phone. Red. wah. ABP Incubator 2021, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.

Article Designer Culture To Build Product That People Love

STARTUP TALK #62: “Membangun dan Mengelola Studio Desain Grafis”

Hallo sobat Abp! Sebagai salah satu bagian dari industri kreatif, di Indonesia sendiri desain grafis mengalami perkembangan yang pesat dan meluas. Kebutuhan desain grafis saat ini bukan hanya menjadi kebutuhan para pelaku usaha di bidang kreatif saja, akan tetapi hampir semua bidang industri membutuhkan ide kreatif dari para desainer grafis. Dengan terbukanya peluang usaha desain grafis ini, para desainer grafis dapat memanfaatkan keahliannya untuk menciptakan suatu bisnis kreatif dengan membangun sebuah studio grafis. Nah, pada kesempatan kali ini ABP Incubator mengadakan event Startup Talk Online Edition yang rutin diadakan setiap 2 minggu sekali. Pada event ini ABP mengundang seorang narasumber yang ahli dan kompeten dalam bidang desain grafis. Yaitu, Rizki Kurniawan Darsono selaku Founder INIPAGI. Beliau akan menjelaskan lebih mengenai apa saja yang perlu di persiapkan sebelum membangun Studio Desain Grafis. Starup Talk ini merupakan event yang terbuka untuk umum yang sekaligus bisa menjadi wadah untuk memberikan panggung bagi para pelaku Industri Digital di Yogyakarta untuk sharing tentang pengalamannya. Event Startup Talk Online Editon yang diselenggarakan pada tanggal 12 September 2020 merupakan Startup Talk yang ke-62 dengan mengangkat tema “Membangun dan Mengelola Studio Desain Grafis”. Dari tema tersebut ada 7 hal penting yang disampaikan oleh pembicara dalam membangun dan mengelola studio desain grafis yaitu pendiri, kerjaan, pemasaran, keuangan, visi, tim, dan budaya. Dalam membangun studio desain grafis bisa didirikan dengan dua cara, yaitu secara sendiri dan secara bersama-sama. Dari kedua cara tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Apabila studio itu didirikan secara sendiri, maka akan lebih mudah menjalankannya. Akan tetapi ketika kebuntuan ide, maka akan ditanggung sendiri permasalahan dalam pekerjaan. Sedangkan apabila membangun studio secara bersama-sama, maka ide yang muncul dilakukan secara bersama-sama, dan akan lebih mudah dalam mengerjakan pekerjaan karena dapat dibagi-bagi. Nah, dengan adanya acara ini yuk bersama-sama mendaftar dan hadir dalam acara Startup Talk berikutnya pada tanggal 3 Oktober 2020. Guna menambah ilmu dari pengalaman para pembicara. Dan jangan sampai ketinggalan info-info dari Abp Inkubator dengan cara mengikuti kami di : Instagram : @abpincubator YouTube : abp incubator Spotify : Abpodcast. ABP Incubator 2021, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.


Recomended Event

Event Talk: IoT in Agriculture and Aquaculture Image

24

Jun 2020

Talk: IoT in Agriculture and Aquaculture

Event Time Icon Time : 09.30 - Selesai WIB
Event Location Icon Location : ABP Office [ Get Direction ]
Event Talk: Developing Skill As iOS Dev In News Department

30

Jun 2020

Talk: Developing Skill As iOS Dev In News Department

Event Time Icon Time : 09.30 - Selesai WIB
Event Location Icon Location : ABP Office [ Get Direction ]
Event Talk: Developing Skill As iOS Dev In News Department

15

Jul 2020

Talk: Membuat Startup Yang Berkelanjutan Meski Pandemi Covid-19 Sekalipun

Event Time Icon Time : 09.30 - Selesai WIB
Event Location Icon Location : ABP Office [ Get Direction ]
Event Talk: Sayur Buah Begairah

30

Jul 2020

Talk: Sayur Buah Begairah

Event Time Icon Time : 09.30 - Selesai WIB
Event Location Icon Location : ABP Office [ Get Direction ]