Kesenjangan Sosial dan Keterlibatan Teknologi/IoT dalam Kehidupan Masyarakat

Kesenjangan Sosial dan Keterlibatan Teknologi/IoT dalam Kehidupan MasyarakatHalo, Sobat ABP! Apa kabar kalian semua? Kali ini, Minku ingin membahas topik yang cukup serius, namun tetap menarik dan relevan dengan kehidupan kita sehari-hari, yaitu tentang kesenjangan sosial dan bagaimana hal ini memengaruhi keterlibatan teknologi, khususnya Internet of Things (IoT), dalam kehidupan masyarakat. Yuk, kita kupas bersama!

Apa Itu Kesenjangan Sosial?

Kesenjangan sosial adalah perbedaan akses dan peluang yang dimiliki oleh individu atau kelompok dalam masyarakat. Ini bisa berupa perbedaan dalam pendidikan, kesehatan, pendapatan, dan tentu saja, akses terhadap teknologi. Kesenjangan sosial sering kali menciptakan jurang yang cukup dalam antara mereka yang memiliki akses penuh terhadap sumber daya dan mereka yang tidak.

Teknologi dan IoT: Apa Hubungannya?

IoT atau Internet of Things adalah konsep di mana berbagai perangkat fisik terhubung ke internet dan saling berkomunikasi untuk mengumpulkan dan bertukar data. Contohnya adalah smart home, wearable devices, dan berbagai sensor yang digunakan dalam pertanian modern. Teknologi ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas hidup, efisiensi, dan produktivitas.

Namun, tidak semua orang memiliki akses yang sama terhadap teknologi ini. Di sinilah kesenjangan sosial memainkan perannya.

Bagaimana Kesenjangan Sosial Mempengaruhi Keterlibatan Teknologi?


1. Akses Terbatas ke Infrastruktur Teknologi
Bagi sebagian besar masyarakat di daerah perkotaan, akses internet dan perangkat pintar mungkin sudah menjadi hal yang biasa. Namun, bagaimana dengan mereka yang tinggal di daerah pedesaan atau terpencil? Akses internet yang terbatas atau bahkan tidak ada, membuat teknologi IoT menjadi sesuatu yang sulit dijangkau. Ini menciptakan kesenjangan digital yang signifikan.

2. Keterbatasan Pendidikan dan Literasi Teknologi
Tidak hanya soal akses fisik, literasi teknologi juga memainkan peran penting. Sobat ABP, bayangkan jika kita memiliki semua perangkat canggih, tetapi tidak tahu cara menggunakannya dengan optimal. Pendidikan yang memadai tentang teknologi dan cara penggunaannya masih menjadi tantangan besar bagi banyak komunitas, terutama yang kurang mampu.

3. Harga dan Biaya
Harga perangkat IoT dan biaya untuk mengakses internet juga bisa menjadi penghalang. Bagi mereka yang berpenghasilan rendah, membeli perangkat pintar mungkin dianggap sebagai kemewahan yang tidak terjangkau. Hal ini membuat adopsi teknologi menjadi lebih lambat di kalangan masyarakat kurang mampu.

Dampak Positif Jika Kesenjangan Bisa Diatasi

Sekarang, mari kita bayangkan jika kesenjangan sosial ini bisa diatasi. Apa yang akan terjadi?

1. Peningkatan Kualitas Hidup
Dengan akses yang lebih merata, masyarakat dapat memanfaatkan teknologi IoT untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Misalnya, petani di pedesaan bisa menggunakan sensor untuk memantau kondisi tanah dan cuaca, sehingga meningkatkan hasil panen mereka.

2. Efisiensi dan Produktivitas
Teknologi IoT bisa membantu meningkatkan efisiensi dalam berbagai sektor. Di bidang kesehatan, perangkat medis yang terhubung bisa membantu dokter memantau kondisi pasien secara real-time, sehingga perawatan bisa lebih cepat dan tepat.

3. Kesempatan Pendidikan yang Lebih Baik
Dengan akses teknologi yang lebih luas, peluang pendidikan juga akan meningkat. Anak-anak di daerah terpencil bisa mengikuti kelas online, mengakses perpustakaan digital, dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan belajar yang sebelumnya sulit dijangkau.

Langkah yang Bisa Diambil

Tentu, mengatasi kesenjangan sosial ini bukanlah tugas yang mudah. Namun, ada beberapa langkah yang bisa diambil:

1. Pemerataan Infrastruktur Teknologi
Pemerintah dan penyedia layanan internet perlu bekerja sama untuk memastikan bahwa semua daerah, termasuk yang terpencil, memiliki akses internet yang memadai.

2. Program Pendidikan dan Pelatihan
Minku percaya bahwa pendidikan adalah kunci. Program pelatihan tentang literasi digital dan penggunaan teknologi harus diselenggarakan secara luas, terutama bagi masyarakat kurang mampu.

3. Subsidi dan Bantuan
Memberikan subsidi atau bantuan untuk pembelian perangkat teknologi bisa menjadi solusi untuk mengurangi beban biaya bagi mereka yang berpenghasilan rendah.

Kesimpulan

Sobat ABP, kesenjangan sosial memang menjadi tantangan besar dalam adopsi teknologi IoT di masyarakat. Namun, dengan kerja sama antara pemerintah, penyedia layanan, dan masyarakat sendiri, kita bisa berupaya mengatasi tantangan ini. Bayangkan betapa indahnya dunia di mana semua orang bisa merasakan manfaat dari teknologi canggih ini. Yuk, kita bersama-sama berusaha menuju ke arah sana!

Sampai jumpa di artikel berikutnya, Sobat ABP! Tetap semangat dan terus berinovasi!










Recomended Article

Article Designer Culture To Build Product That People Love

Resmi Dimulai, ABP Incubator Dorong Potensi 13 Startup ICT Melalui Program Inkubasi Mandiri

YOGYAKARTA, 24 April 2026 – Inkubator Amikom Business Park (ABP), lembaga inkubasi di bawah naungan Universitas Amikom Yogyakarta, resmi menggelar Kick-Off Inkubasi Mandiri. Mengangkat tema "A Leadership Mindset for Enhancing Personal Potential", acara ini menjadi titik awal bagi 13 produk ICT terpilih untuk menempuh perjalanan inkubasi intensif selama enam bulan ke depan.Program ini merupakan komitmen berkelanjutan Universitas Amikom Yogyakarta dalam mewadahi inovasi mahasiswa dan alumni. Ke-13 tenant yang terjaring merupakan produk berbasis teknologi informasi (ICT) yang telah melalui proses seleksi ketat. Mereka adalah: Strapious, SertiKu, Visba Digital Agency, Foodlink, KreasiKan, Upto (Terserahin), TwinSpace, Stokinapp, Eagle Drone, HaipBox, Sekos, Tanami, dan Pantoo.Pemilihan tema kepemimpinan pada pembukaan tahun ini bertujuan untuk menekankan bahwa keberhasilan sebuah startup tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga karakter pemimpin di baliknya. Selama masa inkubasi, para tenant akan mendapatkan bimbingan teknis, validasi pasar, hingga pengembangan soft skill kepemimpinan guna memaksimalkan potensi personal mereka sebagai founder.“Kami ingin memastikan bahwa dalam enam bulan ke depan, 13 produk ICT ini tidak hanya tumbuh secara bisnis, tetapi juga memiliki nahkoda yang siap menghadapi dinamika industri dengan mindset yang tangguh,” ujar perwakilan manajemen ABP Incubator.Melalui program Inkubasi Mandiri ini, Amikom Business Park terus memperkuat posisinya sebagai katalisator ekosistem digital yang melahirkan inovator muda kompetitif dari jantung Yogyakarta.

Article Designer Culture To Build Product That People Love

Amikom Business Park Kembali Dipercaya Jadi Mitra Inkubator LPDB Koperasi 2026

Amikom Business Park (ABP) mengawali tahun 2026 dengan pencapaian strategis setelah secara resmi ditetapkan sebagai salah satu Mitra Inkubator terpilih oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi (LPDB-Koperasi). Keberhasilan ini menjadi bukti nyata atas dedikasi dan konsistensi ABP dalam membangun ekosistem kewirausahaan, khususnya dalam mendampingi kewirausahaan di lingkungan Universitas Amikom Yogyakarta agar mampu naik kelas dan memiliki daya saing.Melalui kemitraan ini, ABP akan mengintegrasikan program inkubasinya dengan standar pengembangan yang ditetapkan oleh Kementerian Koperasi. Fokus utama kolaborasi tahun ini adalah memastikan para tenant tidak hanya unggul dari sisi inovasi teknologi, tetapi juga memiliki kelembagaan dan bisnis yang sehat dan bankable bagi tenant LPDB, yaitu koperasi. Sinergi ini membuka akses lebih luas bagi tenant binaan ABP untuk mendapatkan pendampingan intensif, perluasan jaringan pasar, hingga kemudahan akses pembiayaan melalui dana bergulir LPDB-Koperasi. ABP berkomitmen menjadikan momentum ini untuk memperkuat kurikulum inkubasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kami percaya bahwa penggabungan antara kreativitas digital dan tata kelola bisnis yang profesional adalah kunci pertumbuhan ekonomi di masa depan. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, ABP siap memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

Article Designer Culture To Build Product That People Love

Bukan Sekadar Kuliah, ABP Incubator Amikom Dorong Startup Mahasiswa Lewat Program Inkubasi Mandiri

Yogyakarta - Universitas Amikom Yogyakarta membuktikan bahwa kampus bukan hanya tempat belajar teori, tetapi juga "pabrik" lahirnya pengusaha muda. Melalui ABP Incubator, program tahunan Inkubasi Mandiri di tahun 2025 telah selesai dilaksanakan untuk mendampingi produk digital karya mahasiswa dan alumni agar siap bertarung di dunia nyata. Program ini merupakan langkah nyata ABP menjalankan visi Amikom sebagai Creative Economy park. Di sini, ide - ide segar dari bangku kuliah tidak dibiarkan menguap begitu saja, melainkan didorong menjadi bisnis yang matang. SkillUp Kids adalah produk binaan ABP Incubator yang berfokus pada platform edukasi untuk memaksimalkan potensi anak. Inonasi mahasiswa Amikom ini telah mengukir prestasi, salah satunya dengan meraih Juara 1 KMI Expo 2025 pada kategori Bisnis Digital Tahap Bertumbuh. Sementara itu, Little Bunns Studio beranggotakan alumni Amikom yang berfokus pada produksi animasi 3D. Karya mereka, serial animasi "Kelly si Kelinci", sukses mencuri perhatian di media social. Tak berhenti di situ, ada beberapa produk mahasiswa lainnya seperti Bina Bumi, Qalam, dan Netraudio juga sedang dalam proses pengembangan produk. Dengan keberhasilan para tenant ini, ABP Incubator berharap bisa memicu semangat lebig banyak mahasiswa untuk berani memulai bisnis mereka sendiri dan menjadi bagian dari masa depan.

Article Designer Culture To Build Product That People Love

IWA 2025: Dari Kode ke Kekuatan — AI & Web Development Jadi Fokus Utama di Ajang Digital Terkemuka Indonesia

Jakarta, 2025 – Di tengah gelombang revolusi kecerdasan buatan (AI) yang mengubah wajah teknologi global, Indonesia Website Awards (IWA) 2025 hadir lebih dari sekadar seremoni penghargaan. Mengusung tema “From Prompt to Power: Supercharge Web Development With AI”, IWA menjadi episentrum kolaborasi, inovasi, dan apresiasi bagi talenta digital Indonesia. Diselenggarakan secara hybrid yang digelar di Aroem Resto & Ballroom —menggabungkan pengalaman langsung dan virtual—IWA 2025 bukan hanya ajang penghargaan, tapi juga panggung strategis untuk dialog teknologi bernama Web Developer Talk. Dalam sesi ini, para pemimpin industri, ahli AI, dan pelaku bisnis seperti Teguh Arifiyadi, SH, MH. (Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik), Indra Hartawan (VP & Country Manager, Exabytes Indonesia), Arshy Adini (Executive Director IdEA), Karim Taslim ( IT Director Solarion Group, Ketua Komtap AI APTIKNAS), Anggoro Anindhito (AVP Sales, Exabytes Indonesia), Andreas Tjendra (AI Consultant to Minister, Director AI Innovation KORIKA), Wisnu D. Yudha (Commercial Director, bicarapintar.ai), Novarita Adeline Carolina (Head of Enterprise Business, CBN), Hananto Wibowo Soenarto (Head Community of DevOps Indonesia, Managing Director NaradaCode), berbagi wawasan tentang bagaimana AI merevolusi pengembangan web, membentuk strategi digital, dan menciptakan nilai bisnis nyata. AI: Bukan Sekadar Tren, Tapi Infrastruktur Masa Depan Laporan terbaru McKinsey 2025 menunjukkan kesenjangan besar dalam adopsi AI: hanya 1% perusahaan yang telah mencapai kematangan AI, sementara 92% lainnya berencana meningkatkan investasinya dalam waktu dekat. Sebanyak 47% perusahaan memperkirakan AI akan mentransformasi 30% pekerjaan mereka tahun ini, namun baru 13% yang menggunakan AI untuk sebagian besar tugas harian. Ini menandakan satu hal: perusahaan yang menguasai AI lebih awal akan memiliki keunggulan kompetitif signifikan di era digital yang kian cepat berubah. Dengan urgensi seperti itu, IWA 2025 hadir di saat yang sangat krusial — menjadi panggung tempat teknologi, strategi, dan visi masa depan bersatu. Indra Hartawan, VP & Country Manager Exabytes Indonesia, menyampaikan komitmen kuat terhadap ekosistem digital Indonesia, ““Di tengah meningkatnya kasus peretasan situs web yang disalahgunakan untuk judi online, para developer di Indonesia menunjukkan kemajuan yang luar biasa dalam membangun website yang berkualitas. Web developer memegang peran krusial dalam menjaga ruang digital agar tetap aman dan konstruktif. Mereka mulai memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan produktivitas—mulai dari deteksi kesalahan kode, pembuatan konten yang lebih cepat dengan generative AI, hingga pengujian keamanan dengan deteksi dan pencegahan serangan siber secara otomatis. Dengan pendekatan ini, mereka tidak hanya membangun website, tetapi juga menciptakan nilai lebih bagi pengguna. Sebuah website sebagai alat strategis untuk meningkatkan penjualan, khususnya bagi pelaku UMKM. Melalui Indonesia Website Awards serta peluncuran AI Hosting, Exabytes Indonesia berkomitmen  menjadi partner terbaik bagi para developer. Adopsi AI bukan lagi pilihan namun sebuah standard agar tetap relevan dan kompetitif.” Peter Kambey, juri IWA 2024, mengingatkan tentang peran manusia di tengah revolusi AI, “AI bukan pilot utama. Manusialah yang harus tetap memegang kendali. AI adalah co-pilot—alat bantu, bukan pengganti. Kendali kreativitas, intuisi, dan keputusan strategis tetap harus di tangan kita.” Clement, salah satu pemenang IWA 2024 kategori Site of the Year, membagikan refleksi praktis dari sisi creator, “Kalau AI bisa bantu kerja kita, kenapa tidak? Tapi kita juga harus pintar menggunakannya. Kasih prompt asal-asalan, hasilnya juga biasa saja. Tapi di tangan yang tepat, AI bisa jadi senjata luar biasa untuk hasil yang luar biasa.” Kolaborasi Lintas Sektor untuk Masa Depan Digital IWA 2025 yang diselenggarakan oleh Exabytes Indonesia, mendapatkan dukungan penuh dari CBN dan Aroem Resto & Ballroom selaku sponsor utama dalam acara ini. CBN memperkuat posisi strategisnya dalam menyediakan infrastruktur digital berkecepatan tinggi dan solusi teknologi berbasis AI dan hal ini bukti nyata kolaborasi antara penyedia teknologi dan komunitas kreatif digital. Selain itu, Aroem Resto & Ballroom memainkan peran sentral dalam mendukung ekosistem digital kreatif. Dengan fasilitas yang dirancang modern dan fleksibel—seperti ballroom elegan berkapasitas hingga 400 orang, ruang VIP, serta private meeting room—Aroem memberikan kenyamanan dan kesan profesional bagi para peserta dari berbagai sektor. Kini, Aroem juga hadir lebih dekat melalui cabang barunya di kawasan Mahakam, Jakarta Selatan, memperluas akses bagi komunitas bisnis dan teknologi yang membutuhkan ruang representatif untuk berkumpul, berdiskusi, dan tumbuh bersama. Acara ini juga didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (KOMDIGI) dan Sribu. Serta para community dan media partner diantaranya DevOps Indonesia, Google Developer Group on Campus Indonesia, ABP, nusacodes, widya security, bens radio, bisnis.com, bisnis Indonesia, dataindonesia.id, genvoice, inilah.com dan holopis. Indonesia Website Awards bukan hanya selebrasi—ini adalah deklarasi arah baru industri digital Indonesia. Di tengah era di mana teknologi berevolusi lebih cepat dari rencana bisnis, IWA hadir sebagai kompas strategis: mengangkat karya terbaik, mempertemukan para inovator, dan memicu transformasi digital yang nyata. Inilah momen di mana ide, AI, dan ambisi bertemu untuk membentuk masa depan.


Recomended Event

Event Talk: IoT in Agriculture and Aquaculture Image

24

Jun 2020

Talk: IoT in Agriculture and Aquaculture

Event Time Icon Time : 09.30 - Selesai WIB
Event Location Icon Location : ABP Office [ Get Direction ]
Event Talk: Developing Skill As iOS Dev In News Department

30

Jun 2020

Talk: Developing Skill As iOS Dev In News Department

Event Time Icon Time : 09.30 - Selesai WIB
Event Location Icon Location : ABP Office [ Get Direction ]
Event Talk: Developing Skill As iOS Dev In News Department

15

Jul 2020

Talk: Membuat Startup Yang Berkelanjutan Meski Pandemi Covid-19 Sekalipun

Event Time Icon Time : 09.30 - Selesai WIB
Event Location Icon Location : ABP Office [ Get Direction ]
Event Talk: Sayur Buah Begairah

30

Jul 2020

Talk: Sayur Buah Begairah

Event Time Icon Time : 09.30 - Selesai WIB
Event Location Icon Location : ABP Office [ Get Direction ]