Startup Talks 48

Startup Talks 48 Sleman — Amikom Business Park (ABP) Inkubator kembali melaksanakan Startup Talks (Sabtu, 1/2). Mengambil tema Implementasi Artificial Intelegent dan Big Data di Indonesia dan mengundang Ibnu Abdissalam, selaku Head of Solusi247 Yogyakarta membuat peserta begitu antusias. Ibnu mengungkapkan Solusi247 sudah dari tahun 2012 fokus dalam sistem big data. Revolusi industry 4.0 membuat bigdata, Internet of the Thinks (IoT), Internet of the City (IoC), serta Artificial Intelegent (AI) akan menjadi global trend. AI sebenarnya produk lama yang ada dalam jurnal penelitian, namun baru bisa dikembangkan karena dunia sedang dalam pembaharuan teknologi. “Sekarang Indonesia sedang pakai 4G LTE, tapi Korea Selatan sudah menjajaki sistem 5G”, ucap Ibnu. Pembaruan teknologi sangat cepat terjadi, jika tidak mengikuti pasti tertinggal. Pembaruan teknologi, juga mendorong terciptanya pengembangan teknologi. Misal adanya google assistant, sangat membantu pengguna smart phone saat ini. Itu salah satu contoh penerapan sederhana dari AI. Ibnu juga mengungkapkan, teknologi AI bisa diterapkan dalam aspek kesehatan di rumah sakit. “AI bisa juga diterapkan dalam membantu suster atau perawat dalam menulis diagnosa pasien. Dulu perlu waktu dalam menulis diagnosa, namun dengan AI bisa diatasi dengan singkat”, ucap Ibnu. Selain itu AI bisa juga di integrasikan dengan Big Data dalam mendeteksi penyakit untuk pasien. Hal itu sudah dilakukan di China, dan bukan tidak mungkin juga diterapkan di Indonesia. “Jadi AI kedepannya mungkin bisa menjadi rules untuk membantuk para dokter dalam bertugas”, ucap Ibnu. Ibnu menambahkan, pada dasarnya data itu sama tapi memang dari size yang berbeda, yang membedakan adalah teknik, tools, dan arsitekturnya. “Movement tradisional teknis nantinya sudah tidak akan dipakai, industri akan beralih ke sistem yang cepat dan akurat”, ucap Ibnu. Data yang di-generate saat ini sudah susah jika dikerjakan dengan teknis tradisional, karena membutuhkan biaya yang sangat besar. “Movement big data sistemnya jika ada aplikasi bertemu dengan internet dan didukung oleh GPS maka akan menghasilkan data yang besar”, tambah Ibnu. Sebagai contoh, ada sekian grup WA jika semua aktif dan saling bertukar data misal foto atau video pasti akan memperlambat kinerja smart phone. Bisa juga dengan aplikasi ojek online, saat menyalakan GPS maka akan berpengaruh pada tingkat batrey yang berkurang. Semua hal tersebut disebabkan alur data generate yang tinggi dan mempengaruhi kinerja smart phone. Red. wah. ABP Incubator 2021, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.

Recomended Article

Article Designer Culture To Build Product That People Love

Trust issue dengan keamanan cyber saat ini? Yuk kenalan sama Blockchain!

Minku kenalin dulu ya blockchain itu apa Bayangkan blockchain seperti buku catatan digital raksasa yang bisa diakses oleh banyak orang sekaligus. Setiap halaman buku ini berisi daftar transaksi atau data, dan setiap halaman baru dihubungkan dengan halaman sebelumnya. Ini membuat setiap halaman sangat sulit untuk diubah atau dipalsukan. Blockchain pertama kali dikenal melalui Bitcoin, mata uang digital yang diperkenalkan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan nama samaran Satoshi Nakamoto pada tahun 2008. Teknologi ini menjadi sangat populer karena keamanannya dan kemampuannya untuk bekerja tanpa perantara. Bagaimana cara kerja blockchain? Cara kerja blockchain bisa diibaratkan seperti permainan telepon berantai, tetapi dengan teknologi canggih dan keamanan tingkat tinggi. Berikut adalah langkah-langkah dasar bagaimana transaksi terjadi di blockchain: Permintaan transaksi, Misalnya, kamu ingin mengirim uang kepada teman kamu menggunakan Bitcoin.Pengiriman ke jaringan, Permintaan ini dikirim ke jaringan yang terdiri dari banyak komputer atau node.Verifikasi transaksi, Komputer-komputer ini memeriksa apakah transaksi kamu valid. Mereka memverifikasi informasi seperti saldo akun kamu.Penggabungan transaksi, Setelah diverifikasi, transaksi kamu digabungkan dengan transaksi lainnya untuk membentuk blok baru.Penambahan blok, Blok baru ini ditambahkan ke rantai blok yang sudah ada, sehingga transaksimu tidak bisa diubah.Selesai, Teman kamu menerima uang tersebut. Keuntungan Blockchain Blockchain memiliki beberapa keuntungan besar yang membuatnya sangat menarik: Desentralisasi, Tidak ada satu pihak pun yang mengendalikan semua data. Ini seperti memiliki buku catatan yang bisa diakses oleh semua orang di kelas, jadi tidak ada yang bisa menghapus atau mengubah catatan tanpa diketahui orang lain. Keamanan, Setiap blok dilindungi dengan kode khusus yang sangat sulit untuk dipecahkan. Ini memastikan data kamu aman. Transparansi, Semua orang di jaringan bisa melihat transaksi yang terjadi. Ini membuat segalanya lebih terbuka dan jujur. Efisiensi, Karena tidak ada perantara, transaksi bisa dilakukan lebih cepat dan murah. Apa aja aplikasi blockchain itu? Blockchain tidak hanya digunakan untuk Bitcoin. Ada banyak aplikasi lain yang menggunakan teknologi ini: Keuangan, Mengirim uang antar negara menjadi lebih cepat dan murah.Sistem pemilu, Memastikan pemilihan yang aman dan transparan, Hmm.. sistem pemilu kita belum menerapkan penggunaan blockchain nih.Rantai pasokan, Melacak asal produk dari pabrik hingga sampai ke tangan konsumen.Kesehatan, Menyimpan catatan medis pasien dengan aman dan mudah diakses.Properti,Memverifikasi kepemilikan dan transfer properti secara digital. Kesimpulan Blockchain adalah teknologi yang mengubah cara kita menyimpan dan mengamankan data. Dengan sifat desentralisasi, keamanan, dan transparansi yang dimilikinya, blockchain memiliki potensi besar untuk merombak berbagai industri di seluruh dunia. Meskipun masih ada tantangan, seperti bagaimana teknologi ini bisa digunakan secara lebih luas dan diatur dengan baik, masa depan blockchain sangat cerah. Jika Sobat ABP ingin mempelajari lebih lanjut, banyak sumber daya online yang bisa membantu kamu memahami teknologi ini lebih dalam. Jangan ragu untuk terus belajar dan menjelajahi dunia blockchain, karena teknologi ini bisa menjadi bagian penting dari masa depan kita. Semangat !!    

Article Designer Culture To Build Product That People Love

Startup Talk #123: “AI Sebagai Investasi: Pentingnya Melindunginya Sebagai Kekayaan Intelektual”

Halo Sobat ABP! Menutup pekan terakhir di Juni 2024 (Sabtu, 29/06/2024) Startup Talk #123 kembali hadir dengan mengangkat tema mengenai “AI Sebagai Investasi: Pentingnya Melindunginya Sebagai Kekayaan Intelektual”. Startup Talk kali ini dilakukan secara online dan menghadirkan pembicara hebat, yaitu Herdandi Bagas, seorang pakar di bidangnya yang menjabat sebagai Legal Operation Manager di Legalku.Legalku adalah platform digital penyedia layanan hukum yang bergerak secara online, membantu para pengusaha untuk memulai usaha dari skala mikro, kecil, hingga menengah di seluruh Indonesia. Dalam sesi pembukaannya, Mas Bagas memaparkan beberapa poin penting mengenai aspek hukum dalam mengelola bisnis yang perlu diperhatikan oleh setiap pengusaha. Poin-poin tersebut mencakup berbagai aspek yang tidak hanya penting untuk keberlanjutan bisnis, tetapi juga untuk melindungi hak-hak serta kepentingan semua pihak yang terlibat. Kesepakatan para pendiri: Kesepakatan ini tidak hanya mencakup visi dan misi bisnis, tetapi juga peran dan tanggung jawab masing-masing pendiri, kontribusi modal, pembagian kepemilikan saham, dan cara pengambilan keputusan.Bentuk usaha (berbadan hukum atau tidak): Memilih bentuk usaha yang tepat sangat penting bagi kelangsungan bisnis.Perizinan: Setiap bisnis harus memenuhi perizinan yang diwajibkan oleh hukum, baik itu izin usaha, izin lingkungan, atau izin khusus sesuai dengan jenis usaha yang dijalankan.Perjanjian Kerja (dengan pekerja di perusahaan): Pentingnya memiliki perjanjian kerja yang jelas dan rinci, mencakup hak dan kewajiban kedua belah pihak.Hak Kekayaan Intelektual: HKI memberikan perlindungan hukum kepada individu atau perusahaan terhadap penggunaan atau peniruan tanpa izin dari inovasi dan kreasi mereka. “Memahami dan menerapkan poin-poin ini dapat membantu dalam menjaga kelangsungan dan keberhasilan usaha, sekaligus melindungi kepentingan semua pihak yang terlibat,” tutur Mas Bagas. Beliau juga menjelaskan bahwa Hak Kekayaan Intelektual (HKI) adalah hak yang berasal dari hasil pemikiran manusia yang menghasilkan suatu produk atau proses yang bermanfaat bagi kehidupan. HKI meliputi paten, merek dagang, hak cipta, dan rahasia dagang yang bisa memberikan perlindungan terhadap inovasi dan kreasi yang dihasilkan oleh individu atau perusahaan. Mengapa perlindungan HKI sangat penting? HKI ? aset bisnis yang bernilai (Hak Komersil)Merupakan identitas pembeda dan mendorong ekspansi bisnis, menjadi nilai positif bagi UsahaPerlindungan hukum eksklusif tak terbatas waktu (Hak Moril)Aset yang dapat diwariskan dan dialihkan Memasuki pokok pembahasan, Mas Bagas menjelaskan mengenai legalitas kepemilikan hasil karya AI. Legalitas kepemilikan ini dibagi menjadi dua, yaitu secara internasional dan menurut regulasi di Indonesia. Terdapat beberapa pasal yang mengatur aspek-aspek ini, baik dalam peraturan internasional maupun dalam regulasi nasional. Legalitas Kepemilikan Hasil Karya AI (Internasional) Perjanjian TRIPs Pasal 1.3 dari Aspek-aspek Terkait Perdagangan dari Kekayaan Hak Intelektual: Perjanjian TRIPs Pasal 1.3 menyatakan bahwa istilah "anggota" dalam perjanjian ini mencakup entitas yang memiliki kapasitas untuk menandatangani perjanjian perdagangan internasional, baik itu negara atau organisasi ekonomi regional. Pasal ini juga menetapkan bahwa anggota bertanggung jawab untuk memastikan bahwa hukum dan peraturan domestik mereka sesuai dengan ketentuan TRIPs. Hal ini mencakup perlindungan terhadap berbagai jenis kekayaan intelektual, seperti hak cipta, paten, dan merek dagang, yang diakui secara internasional. Legalitas Kepemilikan Hasil Karya AI (Regulasi Indonesia) UU Hak Cipta Pasal 1 Ayat 2: Pencipta adalah seorang atau beberapa orang secara bersama sama yang atas inspirasinya melahirkan suatu Ciptaan.UU Merek Pasal 1 Ayat 5: Merek Dagang adalah Merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan barang sejenis lainnya.UU Desain Industri Pasal 1 Ayat 2: Pendesain adalah seorang atau beberapa orang yang menghasilkan Desain Industri.UU Ekonomi kreatif Pasal 1 Ayat 1: Ekonomi Kreatif adalah perwujudan nilai tambah dari kekayaan intelektual yang bersumber dari kreativitas manusia yang berbasis warisan budaya, ilmu pengetahuan, dan/atau teknologi. Selain itu, Mas Bagas juga menjelaskan tentang modifikasi karya cipta dengan menggunakan AI. Dalam penjelasannya, terdapat dua jenis modifikasi, yaitu modifikasi kecil dan modifikasi besar. Modifikasi kecil berarti AI hanya melakukan perubahan sederhana pada karya, seperti mengubah format file atau memperbaiki kesalahan ketik. Dalam kasus ini, hak cipta atas karya tersebut masih dimiliki oleh pencipta aslinya. Sementara itu, modifikasi besar berarti AI melakukan perubahan signifikan pada karya, seperti menambahkan elemen baru atau mengubah struktur karya. Dalam situasi ini, kepemilikannya dapat dianggap sebagai ciptaan AI. Setelah pemaparan dari pembicara, sesi selanjutnya merupakan sesi QnA. Beberapa peserta cukup interaktif bertanya kepada pembicara mengenai legalitas produk dan usaha mereka. Berbagai pertanyaan diajukan, dan tanpa terasa, acara pun mencapai penghujungnya. Secara keseluruhan, acara pada Sabtu penghujung Juni ini berjalan sangat mengesankan. Meskipun dilakukan secara virtual, Startup Talk #123 tetap disambut baik oleh para peserta. Hal ini terbukti dari tingginya antusiasme peserta, yang membuat acara menjadi lebih interaktif.

Article Designer Culture To Build Product That People Love

Kesenjangan Sosial dan Keterlibatan Teknologi/IoT dalam Kehidupan Masyarakat

Halo, Sobat ABP! Apa kabar kalian semua? Kali ini, Minku ingin membahas topik yang cukup serius, namun tetap menarik dan relevan dengan kehidupan kita sehari-hari, yaitu tentang kesenjangan sosial dan bagaimana hal ini memengaruhi keterlibatan teknologi, khususnya Internet of Things (IoT), dalam kehidupan masyarakat. Yuk, kita kupas bersama!Apa Itu Kesenjangan Sosial?Kesenjangan sosial adalah perbedaan akses dan peluang yang dimiliki oleh individu atau kelompok dalam masyarakat. Ini bisa berupa perbedaan dalam pendidikan, kesehatan, pendapatan, dan tentu saja, akses terhadap teknologi. Kesenjangan sosial sering kali menciptakan jurang yang cukup dalam antara mereka yang memiliki akses penuh terhadap sumber daya dan mereka yang tidak.Teknologi dan IoT: Apa Hubungannya?IoT atau Internet of Things adalah konsep di mana berbagai perangkat fisik terhubung ke internet dan saling berkomunikasi untuk mengumpulkan dan bertukar data. Contohnya adalah smart home, wearable devices, dan berbagai sensor yang digunakan dalam pertanian modern. Teknologi ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas hidup, efisiensi, dan produktivitas.Namun, tidak semua orang memiliki akses yang sama terhadap teknologi ini. Di sinilah kesenjangan sosial memainkan perannya.Bagaimana Kesenjangan Sosial Mempengaruhi Keterlibatan Teknologi?1. Akses Terbatas ke Infrastruktur TeknologiBagi sebagian besar masyarakat di daerah perkotaan, akses internet dan perangkat pintar mungkin sudah menjadi hal yang biasa. Namun, bagaimana dengan mereka yang tinggal di daerah pedesaan atau terpencil? Akses internet yang terbatas atau bahkan tidak ada, membuat teknologi IoT menjadi sesuatu yang sulit dijangkau. Ini menciptakan kesenjangan digital yang signifikan.2. Keterbatasan Pendidikan dan Literasi TeknologiTidak hanya soal akses fisik, literasi teknologi juga memainkan peran penting. Sobat ABP, bayangkan jika kita memiliki semua perangkat canggih, tetapi tidak tahu cara menggunakannya dengan optimal. Pendidikan yang memadai tentang teknologi dan cara penggunaannya masih menjadi tantangan besar bagi banyak komunitas, terutama yang kurang mampu.3. Harga dan BiayaHarga perangkat IoT dan biaya untuk mengakses internet juga bisa menjadi penghalang. Bagi mereka yang berpenghasilan rendah, membeli perangkat pintar mungkin dianggap sebagai kemewahan yang tidak terjangkau. Hal ini membuat adopsi teknologi menjadi lebih lambat di kalangan masyarakat kurang mampu.Dampak Positif Jika Kesenjangan Bisa DiatasiSekarang, mari kita bayangkan jika kesenjangan sosial ini bisa diatasi. Apa yang akan terjadi?1. Peningkatan Kualitas HidupDengan akses yang lebih merata, masyarakat dapat memanfaatkan teknologi IoT untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Misalnya, petani di pedesaan bisa menggunakan sensor untuk memantau kondisi tanah dan cuaca, sehingga meningkatkan hasil panen mereka.2. Efisiensi dan ProduktivitasTeknologi IoT bisa membantu meningkatkan efisiensi dalam berbagai sektor. Di bidang kesehatan, perangkat medis yang terhubung bisa membantu dokter memantau kondisi pasien secara real-time, sehingga perawatan bisa lebih cepat dan tepat.3. Kesempatan Pendidikan yang Lebih BaikDengan akses teknologi yang lebih luas, peluang pendidikan juga akan meningkat. Anak-anak di daerah terpencil bisa mengikuti kelas online, mengakses perpustakaan digital, dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan belajar yang sebelumnya sulit dijangkau.Langkah yang Bisa DiambilTentu, mengatasi kesenjangan sosial ini bukanlah tugas yang mudah. Namun, ada beberapa langkah yang bisa diambil:1. Pemerataan Infrastruktur TeknologiPemerintah dan penyedia layanan internet perlu bekerja sama untuk memastikan bahwa semua daerah, termasuk yang terpencil, memiliki akses internet yang memadai.2. Program Pendidikan dan PelatihanMinku percaya bahwa pendidikan adalah kunci. Program pelatihan tentang literasi digital dan penggunaan teknologi harus diselenggarakan secara luas, terutama bagi masyarakat kurang mampu.3. Subsidi dan BantuanMemberikan subsidi atau bantuan untuk pembelian perangkat teknologi bisa menjadi solusi untuk mengurangi beban biaya bagi mereka yang berpenghasilan rendah.KesimpulanSobat ABP, kesenjangan sosial memang menjadi tantangan besar dalam adopsi teknologi IoT di masyarakat. Namun, dengan kerja sama antara pemerintah, penyedia layanan, dan masyarakat sendiri, kita bisa berupaya mengatasi tantangan ini. Bayangkan betapa indahnya dunia di mana semua orang bisa merasakan manfaat dari teknologi canggih ini. Yuk, kita bersama-sama berusaha menuju ke arah sana!Sampai jumpa di artikel berikutnya, Sobat ABP! Tetap semangat dan terus berinovasi!

Article Designer Culture To Build Product That People Love

Startup Talk #122: “Mengembangkan Ide Produk yang Menarik Bagi Pasar dan Investor”

Halo Sobat ABP! Mengawali pekan pertama di Juni 2024 (Sabtu, 08/06/2024) Startup Talk #122 kembali hadir dengan mengangkat tema mengenai “Mengembangkan Ide Produk yang Menarik Bagi Pasar dan Investor”. Startup Talk kali ini tentunya diisi oleh seseorang yang sudah ekspert di bidangnya yaitu Yasa Agung Nugroho yang merupakan CEO sekaligus Founder dari Xerpihan Kata Digital.Xerpihan adalah startup di bidang teknologi bahasa yang berasal dari Indonesia. Berdiri sejak September 2020, Xerpihan berfokus mengembangkan sebuah alat berupa audio-to-text dan aplikasi writing assistant untuk bahasa Indonesia dan Inggris berbasis Artificial Intelligence. Melalui Startup Talk #122 ini, Mas Yasa memaparkan beberapa poin pembahasan, di antaranya yaitu mengenai product-market fit dan product-investor fit dalam mengembangkan produk yang menarik bagi pasar dan investor. Pokok pembahasan kali ini adalah bagaimana mencari impact atau dampak yang diberikan dari produk yang dikembangkan. Product-Market Fit Mas Yasa menuturkan bahwa product-market fit adalah titik di mana sebuah produk yang telah dikembangkan dan ditawarkan ke pasar mampu memenuhi kebutuhan konsumen dengan tepat. Dengan kata lain, product-market fit terjadi ketika produk yang ditawarkan bisnis sangat diminati oleh pasar. “Jika sebuah produk sudah mencapai tahap ini artinya produk itu sudah menemukan target pemasaran yang sangat tepat,” tutur Mas Yasa. Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwasanya ada beberapa variabel utama yang harus diperhatikan dalam membangun product-market fit, di antaranya: Memahami model bisnis: Persiapkan dengan baik model bisnisnya. Tujuannya tentu agar bisnis yang dibangun tidak salah jalan, target pasar, dan strategi dalam memasarkannya.Memahami industri startup: Beliau menuturkan bahwa perlu untuk memahami industri yang menjadi target serta memahami impact yang diberikan. Beliau juga menuturkan bahwa impact yang digabungkan dengan teknologi akan menciptakan hasil yang memuaskan. “Impact first, apps later,” ungkap Mas Yasa.Tech-enabled: Teknologi yang digunakan harus bisa diintegrasikan dalam model bisnisnya dan teknologi yang menjadi target juga harus sesuai. Product-Investor Fit Bagaimana cara memulai perjalanan dalam menciptakan produk yang cocok untuk investor? “Perjalanan awalnya adalah mengikuti banyak event, bertemu investor, dan bertemu banyak orang dari berbagai pihak,” ungkap Mas Yasa. Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwasanya product-investor fit bersifat lebih dinamis karena berdasarkan dari pengalaman secara langsung. Ada beberapa variabel utama yang harus diperhatikan dalam menciptakan produk yang cocok untuk investor, di antaranya: Tren terkini: Memahami tren terkini merupakan langkah krusial bagi startup untuk menarik minat investor. Investor mencari peluang yang menjanjikan dan inovatif, sehingga startup perlu menunjukkan bahwa produk mereka selaras dengan tren pasar yang sedang berkembang.Proyeksi keuangan: Investor ingin melihat gambaran jelas tentang potensi profitabilitas dan keberlanjutan bisnis startup. Proyeksi keuangan yang meyakinkan, termasuk perkiraan pendapatan, biaya, dan keuntungan, akan membantu investor menilai kelayakan investasi dan potensi return on investment (ROI) mereka.Impact: Memiliki dampak yang signifikan, baik secara sosial maupun lingkungan, dapat menjadi daya tarik bagi investor yang ingin mendukung perusahaan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Setelah pemaparan dari pembicara, sesi selanjutnya merupakan sesi QnA. Beberapa peserta cukup interaktif bertanya kepada pembicara mengenai pengembangan produk pada startup. Serta ada pertanyaan menarik pada sesi tersebut “Bagaimana cara meyakinkan investor untuk investasi di startup kita?” Dalam kesempatan itu juga dijawab langsung oleh Mas Yasa. Beliau mengatakan “Jawabannya adalah rekam jejak. Bisa dilihat dari dua hal, seberapa sering kita bertemu dengan investor atau divalidasi oleh sebuah program,” jawab Mas Yasa di sesi QnA dengan peserta Stratup Talk #122. Secara keseluruhan, acara pada Sabtu pekan pertama Juni ini berjalan sangat mengesankan. Startup Talk #122 juga disambut dengan baik oleh para peserta. Hal ini terbukti dengan antusiasme peserta dalam menanggapi serta bertanya terkait pengembangan produk pada startup. Dengan antusiasme peserta yang sangat tinggi ini, Startup Talk #122 kali ini menjadi lebih interaktif. Gimana? Pembahasan yang sangat mengesankan, bukan? Nah, kamu juga bisa datang ke acara Startup Talk selanjutnya lho. Ke depannya, akan ada Startup Talk lainnya yang diadakan di Basement Unit 5, Universitas Amikom Yogyakarta, tepatnya di ruang seminar ABP Incubator. Jangan lupa ajak teman-temanmu juga, ya. Sampai jumpa di Startup Talk selanjutnya!


Recomended Event

Event Talk: IoT in Agriculture and Aquaculture Image

24

Jun 2020

Talk: IoT in Agriculture and Aquaculture

Event Time Icon Time : 09.30 - Selesai WIB
Event Location Icon Location : ABP Office [ Get Direction ]
Event Talk: Developing Skill As iOS Dev In News Department

30

Jun 2020

Talk: Developing Skill As iOS Dev In News Department

Event Time Icon Time : 09.30 - Selesai WIB
Event Location Icon Location : ABP Office [ Get Direction ]
Event Talk: Developing Skill As iOS Dev In News Department

15

Jul 2020

Talk: Membuat Startup Yang Berkelanjutan Meski Pandemi Covid-19 Sekalipun

Event Time Icon Time : 09.30 - Selesai WIB
Event Location Icon Location : ABP Office [ Get Direction ]
Event Talk: Sayur Buah Begairah

30

Jul 2020

Talk: Sayur Buah Begairah

Event Time Icon Time : 09.30 - Selesai WIB
Event Location Icon Location : ABP Office [ Get Direction ]